Senin, 28 Oktober 2013
Sumpah Pemuda
Selamat Hari Sumpah Pemuda. Apa makna Sumpah Pemuda menurut Anda?
Kalau saya sih jangan asal bersumpah. Berat tanggung jawabnya. Eh tapi kita sebagai PNS ada sumpah PNS ya? Diwajibkan lagi :). Berat euy.
Eh para pejabat juga kan ya, disumpah. Berat...........
Semoga kita bisa melaksanakan sumpah kita.
Minggu, 27 Oktober 2013
Ulang Tahun ke-35
Alhamdulillah, hari ini saya ulang tahun yang ke-35. Sudah tua :-) . Sudayh semakin berkurang jatah umur saya di dunia. Umur35 tahun, apa saja yang sudah saya kerjakan? Apa saja yang sudah saya capai? Apa saja bekal saya menuju kehidupan yang "kekal" nantinya. Belum banyak, bahkan bisa dibilang belum apa-apa. Tapi yang pasti saya selalu berusaha melakukan yang terbaik dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada daya.
Terima Kasih ya Allah…
Selasa, 22 Oktober 2013
Senyuman Dedek
Si dedek kalau tersenyum, tertawa, bikin meleleh, ha³ ♥. Sekarang kalau sudah pulang dari daycare atau malam harinya, biasanya sudah menyiapkan baju ganti buat di daycare. Kapan itu pernah lupa, akhirnya saya yang nyiapin, si dedek nanya "Ini mama yang masukin bajunya?" He³ dedek lupa. Kalau pagi berangkat ke daycare dan sudah pakai baju seragam sekolah dengan senyum, seneng deh, jadinya mamanya ga terlalu kepikiran. Kalau ngambek, waduh kepikiran terus.
Tetap semangat ya, Dik, biar mama juga semangat bekerjanya (di rumah maupun di kantor). ♥
Senin, 21 Oktober 2013
Perpanjangan SIM
Jadi ingat mau cerita tentang perpanjangan SIM saya. Karena dulu waktu buat SIM yang lama saya masih pakai KTP kota, sementara sekarang KTP saya sudah KTP kabupaten, makanya saya buatnya mutasi SIM perpanjangan. Prosesnya kita harus cabut berkas SIM kita yang lama di tempat kita buat SIM yang lama. Saya cabut berkasnya Sabtu minggu kemarin. Awalnya mau sekalian cabut berkas, sudah selesai langsung berangkat ke Polres Soreang, tapi dipikir-pikir takut ga sampai, ya sudah Sabtu minggu kemarin itu cabut berkas saja, minggu depannya (Sabtu kemarin) baru ke Polres Soreangnya buat perpanjangan. Kalau cabut berkas itu kan bisa diwakilkan, ya sudah saya minta tolong ke suami untuk mengurusnya.
Proses / berkasnya:
- Buat surat kuasa bermaterai (karena diwakilkan);
- Fotokopi KTP baru, SIM lama (saya fotokopi sekitar 10 biar ga bolak-balik sekalian nanti buat yang perpanjangan);
- Ke Polresta Bandung buat cabut berkas, dibuatkan pengantar dari Polresta Bandung karena mutasi;
- Biaya Rp50.000,00 (untuk 2 buah SIM - SIM A dan SIM C). Saya tidak tahu biaya ini resmi atau tidak :)
Yang pasti ada untungnya juga saya ga pergi karena hari Sabtu minggu kemarin tanggal 12 Oktober 2013 itu gila banget Bandung macetnya. Parah banget deh. Mungkin karena libur panjang Idul Adha jadinya orang-orang luar kota pada 'nyerbu' Bandung. Sorenya ngobrol sama ibu teman si kakak, ibu itu cerita kalau perjalanannya tadi siang cuma di dalam kota, baru nyampai rumah sekitar jam 17.30. Gila......benar-benar gila macetnya.
Kemudian baru Sabtu kemarin tanggal 19 Oktober 2013 saya ke Polres Soreang ngurus perpanjangan SIM. Rencananya mau berangkat pagi-pagi biar sampai di sana ga kesiangan dan dapat nomor antrean kecil. Tapi akhirnya kami berangkat jam 07.30. Sampai Soreang sekitar jam 9. Langsung masuk ke bagian SIM, dikasih tahu sama petugasnya kalau harus ke bagian Tes Kesehatan dulu di depan. Suami saya bilang lho dulu itu di dalam dekat BRI. Kata petugasnya sekarang di depan Pak, nyebrang dulu. Ya sudah ke sana dulu. Kemarin sih saya cuma ditanya berat badan (langsung ke timbangan badan), tinggi badan, terus pakai kacamata atau tidak, terus disuruh lihat di buku tes buta warna itu, ditanya ini angka berapa, terus yang itu angka berapa. Sudah selesai diminta fotokopi KTP sama SIM lama yang asli. Karena buat 2 SIM, makanya surat kesehatannya juga 2. Biayanya Rp20.000,00 per surat (keterangan: ga dikasih kuitansi).
Setelah dari bagian Tes Kesehatan, masuk lagi ke tempat pelayanan SIM. Sama petugasnya diganti mapnya, terus diteliti dan distempel mutasi sama perpanjangan kalau ga salah. Terus saya disuruh bayar dulu ke BRI. Bayar untuk 2 buah SIM Rp155.000,00 (SIM A Rp80.000,00, SIM C Rp75.000,00). Habis itu saya masukin berkasnya di loket 2. Sampai di situ sudah banyak sekali orang. Saya masukin berkasnya ke loket 2, kata petugasnya taruh aja, nanti dipanggil. Sekitar 5-10 menit dipanggil untuk dapat nomor antrean. Masukin lagi berkasnya di loket data entry, tinggal nunggu untuk dipanggil buat difoto dan sidik jari. Ternyata begitu saya menunggu itu baru setelah itu mulai ada panggilan untuk difoto. Jadi menghibur diri sendiri, saya ga telat-telat amat. Toh yang antre dari tadi pagi juga baru dipanggilnya sekarang. Saya dapat nomor antrean 054. Dipanggil untuk difoto jam 09.50. Cepat kok prosesnya. Oleh petugas foto, dibacakan data-data kita, kalau ada yang salah kita bisa mengoreksinya. Karena untuk 2 SIM, saya difoto dan diambil sidik jarinya 2 kali (kenapa harus 2 kali ya? Kan bisa tinggal dimasukkan datanya ya. Ah ga tahulah saya, ga papa juga cepat kok prosesnya). Habis itu saya nanya petugasnya nanti pangambilan SIMnya di mana? Kata petugasnya nanti di depan, di area merokok. Waduh, nunggu di area merokok? Mana saya bawa anak-anak gini :(. Akhirnya saya nunggu di tempat saya nunggu dipanggil foto. Pas saya lihat ada petugas yang bawa setumpuk SIM gitu, saya ikut keluar sambil nunggu barangkali ada SIM saya di situ. Ternyata belum ada. Akhirnya nunggu lagi. Pas petugas berikutnya bawa setumpuk SIM lagi, saya lagi ngapain ya kemarin kok ga merhatiin. Begitu lihat keluar baru sadar ada pembagian SIM lagi. Pas saya keluar pas sudah selesai, tapi saya lihat di tangan petugas itu ada 2 buah SIM. Langsung saya tanyakan SIM atas nama saya, alhamdulillah 2 buah SIM itu ternyata atas nama saya. Ya sudah langsung diserahkan ke saya, saya terima sambil bilang terima kasih.
Jadi total waktu saya ± 1 jam. Kayaknya kurang sih he³. Pokoknya urus saja sendiri, cepat dan mudah kok sekarang ini.
Jadi proses / berkasnya:
- bawa surat pengantar dari Polres yang lama;
- fotokopi KTP;
- SIM lama;
- tes kesehatan, biaya Rp20.000,00 per surat;
- masukin berkas ke petugas untuk diteliti;
- bayar biaya perpanjangan SIM (SIM A Rp80.000,00, SIM B Rp75.000,00)
- masukin berkas ke loket 2 (perpanjangan);
- nunggu untuk dapat nomor antrean;
- dapat nomor antrean, masukin berkas ke loket data entry;
- nunggu panggilan foto;
- difoto dan diambil sidik jari;
- nunggu SIM kita jadi;
- dipanggil untuk ambil SIM;
- selesai.
Itu pengalaman saya waktu perpanjangan SIM kemarin. Sebelumnya sempat cari info di internet, ada yang nyaranin bawa uang pecahan untuk bayar-bayar selain biaya perpanjangan. Misalnya waktu pengambilan SIM. Tapi kemarin saya ga bayar tuh. Jadi bayar sesuai ketentuan saja, tes kesehatan sama perpanjangan SIM. Etapi tes kesehatan ga pakai kuitansi itu resmi apa ga ya? He³. Mungkin itu dulu kali ya, atau beda Polres beda kebijakan ga tahu saya ya. Yang pasti kemarin prosesnya cepat dan mudah, cuma sayang pengambilan SIMnya kenapa di area merokok. Itu saya yang saya sayangkan. Kasihan orang-orang yang bukan 'ahli hisab' yang harus menghirup asap rokok.
Terus ada yang nyaranin bawa bolpen sendiri biar ga lama antre ngisi ini itu. Kemarin saya mah ga ada tuh ngisi apa-apa. Cuma terakhir saja isi di buku pengambilan SIM :).
Oh iya, jangan lupa sebelumnya cari info dulu jam pelayanan SIM jam berapa sampai jam berapa. Kalau Polres Soreang kalau hari Sabtu jam pelayanan SIM 08.00 - 12.00, tapi kemarin kayak lihat sampai jam 13.00, untuk pendaftaran jam 08.00 - 10.00.
Semoga bermanfaat.
Jumat, 18 Oktober 2013
Buat Penangkal Santet?
Apaan tuh? He³. Kapan itu dapat cerita dari si papa kalau ada tetangga yang komentar mengenai pohon pepaya kami. Katanya dia tahu maksud kami nanam pohon pepaya di depan rumah. Katanya buat penangkal santet. Apa? Kagetlah kami. Kami ga ada pikiran ke arah situ. Baru tahu malah kalau ada anggapan seperti itu. Si papa mah senyum-senyum aja. Ya iyalah. Lha wong kami nanam itu murni pingin nanam buah-buahan. Seru kan ga usah beli, tinggal ambil dari halaman. Kami tuh nanam pepaya, dulunya tempat pepaya itu ada jambu air yang kalau lagi pas berbuah banyak banget buahnya, dan terpaksa kami tebang karena banyak ulatnya. Terus digantilah sama pohon pepaya itu. Ada juga nangka mini di dalam pot, mangga ada 4 pohon, buah naga, lengkeng, sama rambutan terus jeruk. Kalau sayuran ada daun jeruk yang buat bumbu, pohon tekokak (belum berbuah lagi, baru berbunga) ada 2 pohon, daun bawang, apalagi ya? Oh iya cabe merah besar, bayam, daun pandan. Pernah nanam melon sama kabocha, dipangkas sama si papa karena pernah ada ular di situ, hi...... Anggur juga pernah tapi mati he³ belum diganti lagi. Ya terserah deh pada mau ngomong apa, tapi jujur kami ga ada pikiran seperti itu. Benar-benar karena senang ada tanaman apalagi yang menghasilkan, jadi ga usah beli.
Oke, sip, mari kita menanam ..........
Kamis, 17 Oktober 2013
Cara Merawat Bra
Ngomong-ngomong soal bra, saya selama ini nyucinya dengan tangan dan tidak disetrika. Soalnya saya baca di petunjuk perawatannya seperti itu. Jadi pingin tahu sebenarnya perawatan bra yang benar itu seperti apa. Yuk cekidot *halah
Cara merawat bra berikut ini supaya tetap nyaman dipakai, lebih awet, dan tentunya agar dapat berfungsi sebagai penopang payudara dengan baik:
* Cuci dengan tangan menggunakan deterjen lembut.
* Hindari merendam bra dalam waktu lama.
* Jangan gunakan mesin cuci.
* Peraslah bra pada bagian tengah dan belakang.
* Jangan peras bra di bagian cup dan kawat.
* Gantung bra pada bagian tengahnya.
* Jemur bra yang telah dicuci di ruangan terbuka dengan sinar matahari.
* Setelah kering jangan, setrika bra.
* Simpan bra dengan rapi dan tidak dilipat pada bagian cup.
* Cuci dengan tangan menggunakan deterjen lembut.
* Hindari merendam bra dalam waktu lama.
* Jangan gunakan mesin cuci.
* Peraslah bra pada bagian tengah dan belakang.
* Jangan peras bra di bagian cup dan kawat.
* Gantung bra pada bagian tengahnya.
* Jemur bra yang telah dicuci di ruangan terbuka dengan sinar matahari.
* Setelah kering jangan, setrika bra.
* Simpan bra dengan rapi dan tidak dilipat pada bagian cup.
Nah, itu cara merawat bra, sumbernya dari sini nih.
Saya masih ada yang salah nih, hiks, jemurnya suka di samping rumah aja, etapi kan masih kena sinar matahari meski kehalang sama apa itu namanya lupa penutup carpot gitu, jadi ga terlalu tebal tapi lumayan ga kehujanan, tapi sinar matahari masih bisa tembus *kan ditinggal *alasan :), sama nyimpannya kalau yang kawat sih sudah benar, tapi yang ga pakai kawat, masih dilipat di bagian cupnya. Okelah kalau begitu, mulai merawat yang benar biar awet. Eh tapi 6-12 bulan saja ya masa pakainya? :( (lumayan mihil eh mahal soalnya), harus ganti lagi, terus harus ukur lagi karena bisa jadi ukuran payudara kita berubah. Siplah kalau begitu ada promo ga di @yogyafashion he³.
Tambahan, nih ada link rumus untuk menentukan ukuran bra. Tapi tetap saja pas beli harus coba dulu karena bisa jadi beda merk beda ukuran, meda model beda ukuran juga. Itu hanya sebagai panduan saja.
Rabu, 16 Oktober 2013
Hari Raya Idul Adha
Selamat Hari Raya Idul Adha. Kemarin sih, tapi ga papa kan ngucapin lagi sekarang. Kemarin kami sholat Ied di Lapangan Gasibu. Malamnya udah bilang ke anak-anak, kita mau sholat di Gasibu, mau pada ikut ga? Anak-anak udah langsung heboh mau ikut. Ya udah boboknya cepetan biar besok bisa bangun pagi. Kalau terlambat ya sudah sholat di lapangan komplek aja. Paginya alhamdulillah anak-anak bisa bangun pagi, jadinya kami bisa berangkat ke Gasibu. Awalnya mau saya yang nyetir, tapi karena sudah hampir jam 6 dan takut jalanan macet ya sudah sama papanya aja. Eh alhamdulillah ternyata jalanan lengang banget. ¼ jam saja kami sudah sampai perempatan Jalan Pahlawan. Apa? Cuma ¼ jam saja? Iya, itu sudah lewat Cicaheum segala. Alhamdulillah. Begitu nyampai di Gasibu, kami harus parkir lumayan jauh dari lapangannya. Ya lumayan harus jalan kaki dulu, kan setiap langkah kaki kita menuju ke tempat sholat itu Insya Allah akan dihitung oleh malaikat (Amin...........). Eh begitu parkir, nanya ke tukang parkirnya bayar sekarang apa nanti. Dijawabnya sekarang. Berapa? 10 ribu katanya. Widih mahal banget. Setahun sekali ini pak. Ya udahlah.
Yang lain pada ga bawa alas, kami mah bawa alas. Paling pada bawa koran atau beli koran di situ. Itu kan bikin kotor, karena biasanya korannya dibiarin aja ga diberesin atau dibuang ke tempat sampah. Ya, sedikit repot tapi membiasakan tidak membuat kotor *ya go green dikitlah he³. Biar anak-anak juga terbiasa menjaga lingkungan. Sampai di lapangan, sudah banyak orang di sana. Tapi masih banyak kok saf yang masih kosong. Biasa ibu-ibu, blentang-blentong teu pararuguh, masih ada yang kosong, asal isi aja di belakangnya atau di tempat yang menurut dia (mereka) nyaman.
Imam dan khotib sholat Ied adalah Ustadz Athian Ali. Hari Kamis kemarin kalau ga salah beliau ngisi ceramah di masjid kantor kami. Tapi pas waktu itu saya lagi haid jadi ga ke masjid. Habis sholat, pulangnya susah keluarnya karena barengan orang-orang juga pada mau keluar. Akhirnya kami lewat gerbang yang sebelah jalan dekat Telkom itu.
Ternyata hp kakak jatuh di Gasibu, dan kami baru tahu sudah siang sekitar jam 1an. Dicari-cari di tas mukenanya ga ada. Dicari-cari di mobil ga ada juga. Akhirnya saya telpon. Yang pertama ga ada respon. Ternyata hpnya disilence :(. Pas saya telpon lagi, ada yang ngangkat. Eh suaranya kok laki-laki. Langsung dia bilang "Iya bu, ini tadi pagi saya nemu hp ini di Gasibu, gimana bu, mau diambil atau gimana?"½ Emang bapak di mana? ½ Saya di Dipati Ukur bu½Bentar ya pak, nanti saya telpon lagi, kata saya.
Akhirnya bilang ke papa, hpnya kakak tadi jatuh di Gasibu, ada yang nemuin, orangnya di Dipati Ukur, papa mau ngambil ga. Akhirnya papa nelpon ke orangnya, janjian ketemuan mau ambil hp.
Alhamdulillah hp kakak kembali lagi. Lain kali hati² ya kak. *Untung hp murah he³ bukan hpnya sih, lebih ke nomornya karena nomor kakak pakai yang prabayar bukan pascabayar. Kalau dulu hp dan papanya pernah hilang, tinggal diblokir aja nomornya, terus ke Grapari minta ganti lagi yang baru dengan nomor yang sama. Apa ganti pascabayar juga ya? Kan sekarang ada Halo Family. Ah tar aja deh, ditimbang-timbang dulu manfaatnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
