Daisypath Anniversary Years Ticker
Lilypie Kids birthday TickerLilypie Kids birthday Ticker


Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Mei 2014

Sederhana

Sederhana. Kata yang memang sederhana tapi sebenarnya tidak sesederhana penerapannya 😃. Tapi dengan sederhana itu insya Allah hidup kita akan tenang, bahagia. Amin...

Kenapa tiba-tiba nulis ini? Ya lagi pingin saja. Sudah lama ya saya ga update blog ini 😭. Ya mau gimana lagi. Banyak yang harus saya pikirkan dan kerjakan. Haiyah 😜. Lagi pingin introspeksi diri juga, jangan-jangan selama ini saya juga masih belum sederhana. Sederhana dalam segala hal. Sederhana dalam berperilaku, bertutur kata, berpakaian, bergaul, bertingkah laku, dan lain-lain.

Saya bukan orang yang mudah mengungkapkan dan semoga memang tidak mudah mengungkapkan apa-apa yang tidak perlu diungkapkan atau diceritakan ke orang lain. Memangnya siapa saya? 

Semoga dengan sederhana ini menunjukkan saya apa adanya tanpa harus merasa ini itu atau harus pamer ini itu. It's me. 

Yang pasti saya lebih nyaman menjalaninya. Tapi memang lebih enak. Keluarga, anak-anak terutama ga nuntut ini itu. Ga minta macam-macam. Semampunya saja. Ga perlu berlebih-lebihan.

Ya karena saya melihat banyak yang salah kaprah. Pingin terlihat wah di depan orang lain, tapi tidak mengukur kemampuan diri. Akibatnya hidup jadi tidak nyaman. Makan ga enak tidur tak nyenyak mikirin utang 😓. Banyak juga yang berprinsip ah gimana nanti. Atau hidup cuma sekali nikmati aja.

Tapi ya mungkin tiap-tiap orang punya prinsip masing-masing. Ya silakan sih selama ga ganggu prinsip saya juga he³.

Ya sudahlah. *berdoa semoga cepat lunas utang dan ga jadi budak utang.  Yang sabar, insya Allah yang dicita-citakan dapat terwujud. Amin ...

Jumat, 28 Maret 2014

em u te a es i

Em u te a es i Mutasi :-) :-( Campur aduk, sedih kecewa, maaf itu perasan saya saat ini.

Pingin protes tapi ya sudahlah sudah tahu jawabannya. Jawaban standar dan klasik. Risiko namanya. Kan harus siap dimutasi ke mana pun. Bukan kantor Mbah kita. Bukan kantr nenek moyang kita. Jujur saya cemas, takut karena sadar kemampuan diri saya. Ini sesuatu yang baru sekali buat saya. Ya iyalah kurang lebih 14 tahun tidak bersentuhan dengan bidang ini sekarang harus menangani. Benar-benar blank saya. Harus banyak belajar, harus banyak bertanya.

Sempat merutuk dalam hati kenapa saya. Kenapa harus sekarang. Tapi ya gitu memang saya bisa apa? Pingin resign tapi belum kuat juga finansial kami. Di luar saya mau ngapain? Belum ada bayangan juga. Ya sudahlah hadapi saja semuanya. Insya Allah bisa dan banyak yang mau dan bersedia dimintai pertolongan. Semoga saya bisa.
Amin...

Selasa, 07 Januari 2014

ODOJ (lagi, lagi, dan lagi)

Yah, masih membahas tentang ODOJ (One Day One Juz). Kenapa? Ya karena memang ini program yang sangat bagus. Memasyarakatkan Al Quran. Hayo, jujur, berapa kali kita dalam sehari membuka, membaca Al Quran? Seberapa sering dibanding kita baca koran, majalah, atau buka smartphone  kita untuk hal-hal yang bukan dalam rangka mengingat Allah atau mencari ilmu? Kayaknya lebih banyakan tidaknya kan? He³.

Mungkin awalnya berat ya kalau belum terbiasa dalam 1 hari menyelesaikan 1 juz. Saya aja dulu suka ga selesai 1 juz dalam 1 hari. Tapi sekarang alhamdulillah terpacu untuk selesai 1 juz dalam 1 hari. Mungkin awal-awalnya terpaksa, dipaksa, lama-lama sudah jadi habit, kebiasaan, bahkan kebutuhan. Semoga semakin banyak umat yang semakin sering membaca Al Quran.

Sekarang aja dengar-dengar sudah lebih 50.000 orang tergabung dalam ODOJ. Itu di luar anggota yang belum dimoderasi saking membeludaknya orang yang mendaftar. Awalnya memang cuma via whatsapp saja. Tetapi sekarang via BBM, SMS, bahkan sekarang daftar aja di sini, nanti akan dimoderasi. Jadi 1 grupnya itu ada 30 orang. 1 orang dapat jatah 1 juz setiap hari, terus hari besoknya ganti lagi juznya.

Ada juga aplikasinya nih di sini, jadi isi smartphone kita dengan hal-hal yang berguna :)
Saya sudah ikutan, Anda kapan?  ................

Jumat, 03 Januari 2014

Plan B

Baru mau cari-cari sekolah buat si dedek. Lha kemarin ke mana aja Bu? He³
Kemarin-kemarin mah tenang karena awalnya si dedek mau sekolah di SD tempat kakanya sekolah. Nah kemarin itu sudah 2 kali dicoba psikotest si dedeknya ga mau. Malah sempat bilang ga mau sekolah (di situ). Memang sih kami masih diberi waktu, semoga dalam 3 bulan ke depan dedek sudah bisa kooperatif, mau psikotest. Kemarin sih pas ditanya maunya sama yang ngetes pertama (karena pengetesan kedua, orangnya ganti).

Sebagai persiapan ga ada salahnya kan cari-cari juga sekolah yang (mungkin) cocok buat si dedek, tapi juga ga terlalu jauh dari rumah dan dari sekolah si kakak. Selain juga cocok di kantong kami he³, meski untuk yang satu ini siapa pun orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Kalau dilihat-lihat sih hampir mirip sama sekolah si kakak, kurikulum sama biayanya, bahkan ada yang lebih murah (ha³ suka ada unsur emosional kalau masalah biaya - ya iyalah, kalau ada sisa dari budget kan lumayan). Tapi tetap pilihan pertama masih di sekolah si kakak. Ini kan buat jaga-jaga kalau si dedek ga diterima di situ (parno banget ya saya). Etapi kalau si dedek nyaman dengan sekolah yang kedua atau ketiga, ya kenapa tidak? Kan yang terpenting itu anaknya nyaman. Yang mau sekolah anaknya apa orang tuanya? :p


Kamis, 02 Januari 2014

Campur Aduk

Hai, lagi ngapain? Kok tiba-tiba saya nulis judulnya campur aduk ya? Entahlah, mungkin karena perasaan saya saat ini lagi campur aduk. Ah, susah didefinisikan, susah dijelaskan. Tapi satu yang pasti, setiap masalah pasti ada solusinya. Hanya dengan mengingat Allah hati kita akan tenang.

Alhamdulillah ODOJ masih jalan terus, masih semangat, bahkan serasa menemukan saudara-saudara baru. Saudara-saudara dalam mengingat Allah, saudara-saudara yang selalu menyemangati, mengingatkan kami.
Semoga kami tetap istiqomah. Amin............

Selasa, 31 Desember 2013

ODOJ

Alhamdulillah, mulai kemarin, saya sudah tergabung dalam grup ODOJ. Apaan tuh ODOJ. ODOJ itu One Day One Juz. Sebenarnya sudah lama pingin ikutan, cuma dulu belum tahu bagaimana sistemnya. Terus sekitar 2 minggu yang lalu dikasih tahu teman program ini, akhirnya tertarik untuk ikutan. Grupnya sih di Whatsapp. Cuman berhubung waktu itu lagi mau ujian, saya bilangnya nanti habis ujian ikutan. Eh selesai ujian sayanya lupa :)

Kemarin pas ketemu teman yang ngasih tahu itu jadi keingatan dan minta didaftarin. Didaftarinlah saya *jazakillah teman, semoga jadi pahala buatmu karena sudah mengajak kepada kebaikan. Kemarin sih di grup ini belum lengkap, tapi tadi malam alhamdulillah sudah lengkap 30 orang. Kenapa 30? Ya karena Al Qur'an kan ada 30 juz, jadi 1 orang dapat jatah 1 juz, jadi setiap hari kita bisa khataman. Terus kalau buat akhwat kan suka ada halangan, misalnya haid itu bagaimana? Tenang....... di sini kalau yang lagi haid segera melapor ke Pjnya, mau diganti baca terjemahan boleh, atau mau dilelang juga boleh. Dilelang? Iya, maksudnya diambil oleh anggota grup lain yang bersedia. Jadinya tetap dalam 1 hari itu khatam. 

Semoga tetap istiqomah. Semoga semakin hari semakin banyak amalan yang kita perbuat. Semoga mendapat keridhaan dari Allah. Amin.......

*Hari ini  saya masih haid, jadinya baca terjemahan aja. Semangat..........

Selasa, 24 Desember 2013

Chiropractic

Kemarin dedek Azzah dijadwal ulang untuk psikotest di SD Tunas Unggul. Psikotest sebelumnya, si dedek ga kooperatif sama sekali. Dia menolak untuk dites. Cuma diam saja. Ditanyain nama ga mau jawab. Disuruh mengerjakan 'soal-soal' psikotestnya ga mau, cuma diam membatu saja. Kemarin ternyata seperti itu lagi. Tetap ga mau. Padahal sebelumnya sudah semangat, nanti mau jawab 'soal-soal'nya. Akhirnya kami ditemui sama psikolognya. Oleh psikolognya si dedek itu termasuk selective mutism. Jadi ni anak akan kooperatif apabila menurut dia nyaman. Kalau saya perhatikan memang si dedek ini nyaman, mau bermain, mau ngobrol, dengan teman-teman sebayanya atau dengan teman-teman kakaknya. Tapi kalau dengan orang dewasa, dia cenderung menarik diri.

Oleh psikolog, kemarin disarankan:
  1. sering diajak berinteraksi dengan orang dewasa, bisa lewat pengajian, arisan, dll;
  2. diberi kata-kata yang positif, pujian atau penghargaan jika dia berbuat baik;
  3. terapi chiropractic, disarankan ke Komplek Bumi Asri. Ada juga sih di PVJ, tapi muahal he³.
Nanti setelah 3 bulan akan diobservasi lagi, apakah si dedek bisa sekolah di SD Tunas Unggul. Kalau kemarin kata psikolog, ga perlu pakai guru helper kayaknya. Ya mudah-mudahan, semoga. 

Mengenai terapi chiropractic ini, jadi katanya diterapi di tulang belakang, karena berkaitan dengan beberapa syaraf. Juga untuk memperbaiki postur tubuh, anak yang pemalu. Bisa juga untuk memperbaiki nafsu makan, gangguan tidur, juga ngompolnya. Si dedek kadang-kadang masih suka ngompol. Padahal dulu sekitar umur 1½ tahun atau 2 tahunan itu sudah jarang ngompol. Sekarang kali karena musim hujan dingin kali ya :). 
Semoga bisa membantu deh dengan terapi ini. Cari jadwal dulu paling. 

Saya kutip dari web ini
Anak-anak usia 3 - 14 tahun mempunyai aktifitas yang sangat banyak. Mulai aktifitas keseharian, bermain, olahraga sampai dengan berbagai kegiatan sekolah. Tanpa disadari semua kegiatan tersebut memberikan efek pada tubuh anak, terutama pada bagian tulang dan sendi. Kelainan postur tubuh juga banyak dialami oleh anak-anak. Mulai dari bahu tinggi sebelah, kaki panjang sebelah, tulang belakang melengkung sampai masalah psikologis.

Masalah psikologis akibat ketidak seimbangan tulang dan sendi dapat bervariasi, seperti :

  • Tidak dapat berkonsentrasi dalam belajar
  • Malas beraktifitas & belajar
  • Tidak patuh pada orang tua
  • Badmood
  • Mudah rewel
  • Susah diatur
  • Tidak percaya diri & pemalu
  • Suka melawan orang tua 
  • Sensitif & mudah menangis (cengeng)
  • Cepat marah
  • Susah fokus pada suatu hal,
  • Dll
Metode yang dilakukan adalah sama dengan body balance therapy tetapi dengan penyesuaian tenaga, tehnik & pendekatan yang sesuai dengan anak-anak. Therapy tersebut bertujuan merileksasi tubuh dan mengembalikan posisi sendi & tulang yg bergeser akibat kegiatan sehari-hari. Hasil yang didapatkan adalah tubuh akan kembali seimbang sehingga akan terasa lebih sehat, segar dan bertenaga. Selain itu tubuh akan lebih kuat menahan serangan berbagai macam penyakit.


Link mengenai chiropractic:
  1. http://chironesia-bandung.blogspot.com/2013/05/jenis-layanan-therapy-chironesia.html
  2. http://www.citylifechiropractic.com/treatments/chiropractic-untuk-anak-anak
  3. http://health.detik.com/read/2012/02/27/080214/1852045/1201/2/dr-tinah-tan-dokter-chiropractic-wanita-pertama-indonesia
  4. http://pengobatan-bandung.blogspot.com/
  5. http://duniakecilindi.blogspot.com/2011/07/pelajaran-baru.html
  6. http://jonathansofian.wordpress.com/2006/09/11/sekelumit-tentang-chiropractic/
  7. http://www.chiropractic-asia.com/
  8. http://id.88db.com/indonesia/Jawa-Barat/Kecantikan-Kesehatan/Terapi-Pengobatan/ad-820605/

Jumat, 29 November 2013

Sensasi?

Akhir-akhir ini (atau memang dari dulu, atau memang kodratnya ya?) banyak artis atau pun orang yang awalnya ga dikenal (terkenal) mendadak rajin aka mondar-mandir di media. Entah sensasi atau apa, namun setahu saya berita ga penting aka gosip belaka. Tapi  ya memang itulah bad news is a good news bagi media. Ya media "makan"nya dari situ :). Kalau ga ada gosip ya ga seru. Namanya juga gosip, digosok makin sip.

Saya sih memang jarang ya nonton TV. TV di rumah dimonopoli (oligopoli?) sama anak-anak dan suami. Saya mah banyak yang harus dikerjakan di rumah. Nyuci baju (pakai mesin cuci sih, tapi kan untuk baju yang kotor harus dikucek dulu, sama pakaian dalam dan batik cuci manual), nyuci piring, masak, njemur, nyetrika, dll. Kalau nyapu dan ngepel alhamdulillah si papa sudah mulai mau mengerjakannya. Ya iyalah, kalau sempat ya saya yang mengerjakan, kalau ga ya ga kepegang. Kadang-kadang anak-anak juga nyapu dan ngepel. Ya harus kerja sama, jangan semua mamanya. Gempor. 

Eh balik ke sensasi tadi. Tadi pagi di ruangan pada heboh nonton gosip anak musisi yang mau adu tinju dengan seorang pengacara. Saya mah ga ikutan nonton, kan saya sholat Dhuha. Alhamdulillah. Tapi kan suara-suara komentar teman-teman menelusup (halah) ke ruangan tempat saya sholat. Saya mah ga mau komentar banyak. Cuma ya gitu deh, sama saja semuanya, kayak ga ada kerjaan. Eh atau itu memang kerjaan mereka ya. Kalau TV (PH)-nya mah memang dapat kerjanya dari situ. Yang nonton juga. Kayak gitu ditonton *eh :).

Saya cuma mau tanya, nanti hak siarnya sama TV mana?
Selamat hari Jumat! Saatnya cari promo belanja *emak² banget ya?
Relaunching Grand Yogya Kepatihan ada promo diskon 20% fashion, 5% supermarket, 20% foodlife, buy 1 get 1 produk fashion (produk tertentu). Periode 28 November s.d. 1 Desember 2013. Yuhu........
Yuk mari belanja.......

Rabu, 27 November 2013

Culture Day

Hari ini, di sekolah kakak ada acara Culture Day. Jadi ada performance tari-tarian daerah, pameran benda-benda khas daerah, sama makanan alias kuliner daerah. Kalau performance anak-anak yang tampil, benda-benda khas daerah orang tua yang meminjamkan ke sekolah, sementara kalau makanan, orang tua masing-masing membawa makanan khas daerah. Saya sih tadi bawa serabi Solo *beli di Serabi Notosuman he³. Kata si kakak sih suruh bawa 100 biji *haiyah banyak amat :(. Tadi sih bawa 20 biji saja, kalau banyak susah bawanya soalnya naik kendaraan umum. Tapi mikirnya sih pasti kan banyak juga yang bawa makanan lainnya. Tadi lihat di area makanan, ternyata banyak sekali makanan di situ, sampai bingung mau makan yang mana aja.

Sebelum acara  dimulai, para orang tua diberi pertanyaan di kertas kecil dan disuruh menuliskan jawabannya di bawahnya diberi nama orang tuanya. Pertanyaannnya dari anak-anak, tentang Indonesia. Ada pertanyaan tentang nama tarian daerah Aceh, nama rumah adat daerah Jawa Tengah misalnya, nama gubernur suatu provinsi, dan lain-lain. Seru banget. Para orang tua langsung heboh. "Apa ya jawabannya?" Buka mbah google saja. Jadilah para orang tua semua buka smartphone masing-masing untuk menjawabnya. Ha³.

Eh iya, ternyata saya salah kostum. Tapi pede aja kali. Saya bacanya yang dresscode buat anak-anak, pakai manset hitam dan legging hitam, ga baca yang buat orang tua pakai batik atau baju daerah. Saya sih pakai baju kantor saja, kebetulan hari ini pakai biru-biru. Tapi saya lihat ada beberapa orang tua yang salah kostum juga kok. Hi³.

Tadi sih acaranya:
  1. Upacara adat (mama sama papanya Nauval yang mewakili, disambut, dipayungi terus dikalungi bunga)
  2. Sambutan kepala sekolah
  3. Tahfidz
  4. Mars Tunas Unggul (semua level 4)
  5. Angklung Salvia (level 4 Salvia)
  6. Tari Saman
  7. Tari Piring
  8. Angklung Torenia (level 4 Torenia)
  9. Tari Cik-cik Periuk
  10. Tari Medley
  11. Tari Kipas (sempat mati listrik, tapi tetap seru, alhamdulillah anak-anak semangat dan para orang tua menyemangati, akhirnya diulang lagi)
  12. Tari Merak (nah ini kakak perform)
  13. Tari Yamko (semua anak laki-laki level 4)
  14. Closing
Setelah closing, orang tua diarahkan ke ruangan di bawah masjid, di perpustakaan ada pameran barang-barang khas daerah, kemudian ke ruang makan. Ramai banget nih di ruang makan, makanannya melimpah ruah. Ada pempek, batagor, pecel, rawon, bubur pedas, roti jala, gudeg, colenak, surabi, serabi, tahu Sumedang, bala-bala, mendoan, rangginang, saroja, sosis Solo, combro, awug, donat, bacem,  lontong, bubur sumsum, es lidah buaya, apalagi ya, lupa, pokoknya banyak sekali.

Rabu, 20 November 2013

Bekam

Sudah lama ternyata saya ga update nih blog :) Ya punten aja, kemarin-kemarin itu lagi persiapan UAS, terus kebetulan lagi banyak kerjaan juga yang harus dikerjakan *ya iyalah masak didiemin aja :p Kalau sekarang sudah lumayan longgar meski yang namanya kerjaan tetep saja ada. OK balik ke judul . Eh tadi pagi saya ikutan bekam. Awalnya nyobain aja, penasaran gimana sih rasanya dibekam. Kebayangnya kayak dulu waktu kecil, model dikop gitu. Tapi dulu dikop gitu kalau ada bisul atau wudun kalau kata orang Jawa mah. Jadi keluar darah-darah kotornya gitu. Awalnya nanya-nanya, katanya ada yang berdarah gitu, maksudnya darahnya masih mengalir setelah dibekam. Taoi tadi ga tuh. Selesai ya selesai, ga ngalir lagi darahnya. Tadi sih yang akhwat barengan di ruang dokter di bekamnya, sementara yang ikhwan di ruang rapat lantai 1. Awalnya sih saya tegang banget karena ini pengalaman baru buat saya. Pertama bo... Dikasih tahu teman yang sudah biasa dibekam, enak kok, asal jangan ngelihatin darahnya, bisi nanti kapok. Tadi sih enak-enak aja tuh, cuman memang saya tuh kayaknya ga bisa keluar darah, kecuali darah haid, deh. Jadinya tadi sempat keringetan, keringat dingin gitu berasa mau pingsan. Kata yang di sebelah saya pucat banget tadi saya. Terus tangan dingin banget. Akhirnya saya bilang boleh ga minum. Diambilinlah saya minum air mineral, padahal bagusnya sih minuman yang manis, teh manis atau apa kek yang manis. Tapi daripada tambah keringetan dan pingsan, saya minumlah air mineral yang isi 600 ml. Saya yang biasanya minum sedikit, tadi langsung we glek-glek habis langsung 1 botol itu. Kata yang pada ngelihatin katanya keringat saya sampai ngucur, hi...... Saya sih berasa keringetan di dahi aja. Habis minum sih masih berasa mau pingsan. Akhirnya saya minta tolong diambilin minuman kacang ijo. Alhamdulillah langsung habis dalam satu kali tenggak. Alhamdulillah habis itu berangsur-angsur pulih lagi, ga keringet dingin lagi. Tapi tetep aja tadi nanya terus ke yang ngebekam, masih lama ga ini selesainya he³. Norak banget deh tadi pokoknya. Ga tahu juga nanti kalau ada lagi ikutan lagi ga ya? He³. Tapi kayaknya sih pingin lagi ha³. Gimana dengan Anda? Pernahkah? Atau belum pernah? Atau mau mencoba? Saran saya sih makan berat minimal dua jam sebelum dibekam. Kalau yang tekanan darahnya rendah, atau Hbnya rendah seperti saya, sedia minuman manis jaga-jaga kalau mau pingsan.

Senin, 28 Oktober 2013

Sumpah Pemuda

Selamat Hari Sumpah Pemuda. Apa makna Sumpah Pemuda menurut Anda? Kalau saya sih jangan asal bersumpah. Berat tanggung jawabnya. Eh tapi kita sebagai PNS ada sumpah PNS ya? Diwajibkan lagi :). Berat euy. Eh para pejabat juga kan ya, disumpah. Berat........... Semoga kita bisa melaksanakan sumpah kita.

Selasa, 22 Oktober 2013

Senyuman Dedek

Si dedek kalau tersenyum, tertawa, bikin meleleh, ha³ ♥. Sekarang kalau sudah pulang dari daycare atau malam harinya, biasanya sudah menyiapkan baju ganti buat di daycare. Kapan itu pernah lupa, akhirnya saya yang nyiapin, si dedek nanya "Ini mama yang masukin bajunya?" He³ dedek lupa. Kalau pagi berangkat ke daycare dan sudah pakai baju seragam sekolah dengan senyum, seneng deh, jadinya mamanya ga terlalu kepikiran. Kalau ngambek, waduh kepikiran terus. 

Tetap semangat ya, Dik, biar mama juga semangat bekerjanya (di rumah maupun di kantor). ♥

Senin, 21 Oktober 2013

Perpanjangan SIM

Jadi ingat mau cerita tentang perpanjangan SIM saya. Karena dulu waktu buat SIM yang lama saya masih pakai KTP kota, sementara sekarang KTP saya sudah KTP kabupaten, makanya saya buatnya mutasi SIM perpanjangan. Prosesnya kita harus cabut berkas SIM kita yang lama di tempat kita buat SIM yang lama. Saya cabut berkasnya Sabtu minggu kemarin. Awalnya mau sekalian cabut berkas, sudah selesai langsung berangkat ke Polres Soreang, tapi dipikir-pikir takut ga sampai, ya sudah Sabtu minggu kemarin itu cabut berkas saja, minggu depannya (Sabtu kemarin) baru ke Polres Soreangnya buat perpanjangan. Kalau cabut berkas itu kan bisa diwakilkan, ya sudah saya minta tolong ke suami untuk mengurusnya. 

Proses / berkasnya:
  1. Buat surat kuasa bermaterai (karena diwakilkan);
  2. Fotokopi KTP baru, SIM lama (saya fotokopi sekitar 10 biar ga bolak-balik sekalian nanti buat yang perpanjangan);
  3. Ke Polresta Bandung buat cabut berkas, dibuatkan pengantar dari Polresta Bandung karena mutasi;
  4. Biaya Rp50.000,00 (untuk 2 buah SIM - SIM A dan SIM C). Saya tidak tahu biaya ini resmi atau tidak :)
Yang pasti ada untungnya juga saya ga pergi karena hari Sabtu minggu kemarin tanggal 12 Oktober 2013 itu gila banget Bandung macetnya. Parah banget deh. Mungkin karena libur panjang Idul Adha jadinya orang-orang luar kota pada 'nyerbu' Bandung. Sorenya ngobrol sama ibu teman si kakak, ibu itu cerita kalau perjalanannya tadi siang cuma di dalam kota, baru nyampai rumah sekitar jam 17.30. Gila......benar-benar gila macetnya.

Kemudian baru Sabtu kemarin tanggal 19 Oktober 2013 saya ke Polres Soreang ngurus perpanjangan SIM. Rencananya mau berangkat pagi-pagi biar sampai di sana ga kesiangan dan dapat nomor antrean kecil. Tapi akhirnya kami berangkat jam 07.30. Sampai Soreang sekitar jam 9. Langsung masuk ke bagian SIM, dikasih tahu sama petugasnya kalau harus ke bagian Tes Kesehatan dulu di depan. Suami saya bilang lho dulu itu di dalam dekat BRI. Kata petugasnya sekarang di depan Pak, nyebrang dulu. Ya sudah ke sana dulu. Kemarin sih saya cuma ditanya berat badan (langsung ke timbangan badan), tinggi badan, terus pakai kacamata atau tidak, terus disuruh lihat di buku tes buta warna itu, ditanya ini angka berapa, terus yang itu angka berapa. Sudah selesai diminta fotokopi KTP sama SIM lama yang asli. Karena buat 2 SIM, makanya surat kesehatannya juga 2. Biayanya Rp20.000,00 per surat (keterangan: ga dikasih kuitansi).

Setelah dari bagian Tes Kesehatan, masuk lagi ke tempat pelayanan SIM. Sama petugasnya diganti mapnya, terus diteliti dan distempel mutasi sama perpanjangan kalau ga salah. Terus saya disuruh bayar dulu ke BRI. Bayar untuk 2 buah SIM Rp155.000,00 (SIM A Rp80.000,00, SIM C Rp75.000,00). Habis itu saya masukin berkasnya di loket 2. Sampai di situ sudah banyak sekali orang. Saya masukin berkasnya ke loket 2, kata petugasnya taruh aja, nanti dipanggil. Sekitar 5-10 menit dipanggil untuk dapat nomor antrean. Masukin lagi berkasnya di loket data entry, tinggal nunggu untuk dipanggil buat difoto dan sidik jari. Ternyata begitu saya menunggu itu baru setelah itu mulai ada panggilan untuk difoto. Jadi menghibur diri sendiri, saya ga telat-telat amat. Toh yang antre dari tadi pagi juga baru dipanggilnya sekarang. Saya dapat nomor antrean 054. Dipanggil untuk difoto jam 09.50. Cepat kok prosesnya. Oleh petugas foto, dibacakan data-data kita, kalau ada yang salah kita bisa mengoreksinya. Karena untuk 2 SIM, saya difoto dan diambil sidik jarinya 2 kali (kenapa harus 2 kali ya? Kan bisa tinggal dimasukkan datanya ya. Ah ga tahulah saya, ga papa juga cepat kok prosesnya). Habis itu saya nanya petugasnya nanti pangambilan SIMnya di mana? Kata petugasnya nanti di depan, di area merokok. Waduh, nunggu di area merokok? Mana saya bawa anak-anak gini :(. Akhirnya saya nunggu di tempat saya nunggu dipanggil foto. Pas saya lihat ada petugas yang bawa setumpuk SIM gitu, saya ikut keluar sambil nunggu barangkali ada SIM saya di situ. Ternyata belum ada. Akhirnya nunggu lagi. Pas petugas berikutnya bawa setumpuk SIM lagi, saya lagi ngapain ya kemarin kok ga merhatiin. Begitu lihat keluar baru sadar ada pembagian SIM lagi. Pas saya keluar pas sudah selesai, tapi saya lihat di tangan petugas itu ada 2 buah SIM. Langsung saya tanyakan SIM atas nama saya, alhamdulillah 2 buah SIM itu ternyata atas nama saya. Ya sudah langsung diserahkan ke saya, saya terima sambil bilang terima kasih. 

Jadi total waktu saya ± 1 jam. Kayaknya kurang sih he³. Pokoknya urus saja sendiri, cepat dan mudah kok sekarang ini. 

Jadi proses / berkasnya:
  1. bawa surat pengantar dari Polres yang lama;
  2. fotokopi KTP;
  3. SIM lama;
  4. tes kesehatan, biaya Rp20.000,00 per surat;
  5. masukin berkas ke petugas untuk diteliti;
  6. bayar biaya perpanjangan SIM (SIM A Rp80.000,00, SIM B Rp75.000,00)
  7. masukin berkas ke loket 2 (perpanjangan);
  8. nunggu untuk dapat nomor antrean;
  9. dapat nomor antrean, masukin berkas ke loket data entry;
  10. nunggu panggilan foto;
  11. difoto dan diambil sidik jari;
  12. nunggu SIM kita jadi;
  13. dipanggil untuk ambil SIM;
  14. selesai.
Itu pengalaman saya waktu perpanjangan SIM kemarin. Sebelumnya sempat cari info di internet, ada yang nyaranin  bawa uang pecahan untuk bayar-bayar selain biaya perpanjangan. Misalnya waktu pengambilan SIM. Tapi kemarin saya ga bayar tuh. Jadi bayar sesuai ketentuan saja, tes kesehatan sama perpanjangan SIM. Etapi tes kesehatan ga pakai kuitansi itu resmi apa ga ya? He³. Mungkin itu dulu kali ya, atau beda Polres beda kebijakan ga tahu saya ya. Yang pasti kemarin prosesnya cepat dan mudah, cuma sayang pengambilan SIMnya kenapa di area merokok. Itu saya yang saya sayangkan. Kasihan orang-orang yang bukan 'ahli hisab' yang harus menghirup asap rokok.
Terus ada yang nyaranin bawa bolpen sendiri biar ga lama antre ngisi ini itu. Kemarin saya mah ga ada tuh ngisi apa-apa. Cuma terakhir saja isi di buku pengambilan SIM :).

Oh iya, jangan lupa sebelumnya cari info dulu jam pelayanan SIM jam berapa sampai jam berapa. Kalau Polres Soreang kalau hari Sabtu jam pelayanan SIM 08.00 - 12.00, tapi kemarin kayak lihat sampai jam 13.00, untuk pendaftaran jam 08.00 - 10.00.

Semoga bermanfaat.

Jumat, 18 Oktober 2013

Buat Penangkal Santet?

Apaan tuh? He³. Kapan itu dapat cerita dari si papa kalau ada tetangga yang komentar mengenai pohon pepaya kami. Katanya dia tahu maksud kami nanam pohon pepaya di depan rumah. Katanya buat penangkal santet. Apa? Kagetlah kami. Kami ga ada pikiran ke arah situ. Baru tahu malah kalau ada anggapan seperti itu. Si papa mah senyum-senyum aja. Ya iyalah. Lha wong kami nanam itu murni pingin nanam buah-buahan. Seru kan ga usah beli, tinggal ambil dari halaman. Kami tuh nanam pepaya, dulunya tempat pepaya itu ada jambu air yang kalau lagi pas berbuah banyak banget buahnya, dan terpaksa kami tebang karena banyak ulatnya. Terus digantilah sama pohon pepaya itu. Ada juga nangka mini di dalam pot, mangga ada 4 pohon, buah naga, lengkeng, sama rambutan terus jeruk. Kalau sayuran ada daun jeruk yang buat bumbu, pohon tekokak (belum berbuah lagi, baru berbunga) ada 2 pohon, daun bawang, apalagi ya? Oh iya cabe merah besar, bayam, daun pandan. Pernah nanam melon sama kabocha, dipangkas sama si papa karena pernah ada ular di situ, hi...... Anggur juga pernah tapi mati he³ belum diganti lagi. Ya terserah deh pada mau ngomong apa, tapi jujur kami ga ada pikiran seperti itu. Benar-benar karena senang ada tanaman apalagi yang menghasilkan, jadi ga usah beli.

Oke, sip, mari kita menanam ..........

Kamis, 17 Oktober 2013

Cara Merawat Bra

Ngomong-ngomong soal bra, saya selama ini nyucinya dengan tangan dan tidak disetrika. Soalnya saya baca di petunjuk perawatannya seperti itu. Jadi pingin tahu sebenarnya perawatan bra yang benar itu seperti apa. Yuk cekidot *halah 

Cara merawat bra berikut ini supaya tetap nyaman dipakai, lebih awet, dan tentunya agar dapat berfungsi sebagai penopang payudara dengan baik:
* Cuci dengan tangan menggunakan deterjen lembut.
* Hindari merendam bra dalam waktu lama.
* Jangan gunakan mesin cuci.
* Peraslah bra pada bagian tengah dan belakang.
* Jangan peras bra di bagian cup dan kawat.
* Gantung bra pada bagian tengahnya.
* Jemur bra yang telah dicuci di ruangan terbuka dengan sinar matahari.
* Setelah kering jangan, setrika bra.
* Simpan bra dengan rapi dan tidak dilipat pada bagian cup.

Nah, itu cara merawat bra, sumbernya dari sini nih.

Saya masih ada yang salah nih, hiks, jemurnya suka di samping rumah aja, etapi kan masih kena sinar matahari meski kehalang sama apa itu namanya lupa penutup carpot gitu, jadi ga terlalu tebal tapi lumayan ga kehujanan, tapi sinar matahari masih bisa tembus *kan ditinggal *alasan :), sama nyimpannya kalau yang kawat sih sudah benar, tapi yang ga pakai kawat, masih dilipat di bagian cupnya. Okelah kalau begitu, mulai merawat yang benar biar awet. Eh tapi 6-12 bulan saja ya masa pakainya? :( (lumayan mihil eh mahal soalnya), harus ganti lagi, terus harus ukur lagi karena bisa jadi ukuran payudara kita berubah. Siplah kalau begitu ada promo ga di @yogyafashion he³.

Tambahan, nih ada link rumus untuk menentukan ukuran bra. Tapi tetap saja pas beli harus coba dulu karena bisa jadi beda merk beda ukuran, meda model beda ukuran juga. Itu hanya sebagai panduan saja.

Rabu, 16 Oktober 2013

Hari Raya Idul Adha

Selamat Hari Raya Idul Adha. Kemarin sih, tapi ga papa kan ngucapin lagi sekarang. Kemarin kami sholat Ied di Lapangan Gasibu. Malamnya udah bilang ke anak-anak, kita mau sholat di Gasibu, mau pada ikut ga? Anak-anak udah langsung heboh mau ikut. Ya udah boboknya cepetan biar besok bisa bangun pagi. Kalau terlambat ya sudah sholat di lapangan komplek aja. Paginya alhamdulillah anak-anak bisa bangun pagi, jadinya kami bisa berangkat ke Gasibu. Awalnya mau saya yang nyetir, tapi karena sudah hampir jam 6 dan takut jalanan macet ya sudah sama papanya aja. Eh alhamdulillah ternyata jalanan lengang banget. ¼ jam saja kami sudah sampai perempatan Jalan Pahlawan. Apa? Cuma ¼ jam saja? Iya, itu sudah lewat Cicaheum segala. Alhamdulillah. Begitu nyampai di Gasibu, kami harus parkir lumayan jauh dari lapangannya. Ya lumayan harus jalan kaki dulu, kan setiap langkah kaki kita menuju ke tempat sholat itu Insya Allah akan dihitung oleh malaikat (Amin...........). Eh begitu parkir, nanya ke tukang parkirnya bayar sekarang apa nanti. Dijawabnya sekarang. Berapa? 10 ribu katanya. Widih mahal banget. Setahun sekali ini pak. Ya udahlah.

Yang lain pada ga bawa alas, kami mah bawa alas. Paling pada bawa koran atau beli koran di situ. Itu kan bikin kotor, karena biasanya korannya dibiarin aja ga diberesin atau dibuang ke tempat sampah. Ya, sedikit repot tapi membiasakan tidak membuat kotor *ya go green dikitlah he³. Biar anak-anak juga terbiasa menjaga lingkungan. Sampai di lapangan, sudah banyak orang di sana. Tapi masih banyak kok saf yang masih kosong. Biasa ibu-ibu, blentang-blentong teu pararuguh, masih ada yang kosong, asal isi aja di belakangnya atau di tempat yang menurut dia (mereka) nyaman. 

Imam dan khotib sholat Ied adalah Ustadz Athian Ali. Hari Kamis kemarin kalau ga salah beliau ngisi ceramah di masjid kantor kami. Tapi pas waktu itu saya lagi haid jadi ga ke masjid. Habis sholat, pulangnya susah keluarnya karena barengan orang-orang juga pada mau keluar. Akhirnya kami lewat gerbang yang sebelah jalan dekat Telkom itu.

Ternyata hp kakak jatuh di Gasibu, dan kami baru tahu sudah siang sekitar jam 1an. Dicari-cari di tas mukenanya ga ada. Dicari-cari di mobil ga ada juga. Akhirnya saya telpon. Yang pertama ga ada respon. Ternyata hpnya disilence :(. Pas saya telpon lagi, ada yang ngangkat. Eh suaranya kok laki-laki. Langsung dia bilang "Iya bu, ini tadi pagi saya nemu hp ini di Gasibu, gimana bu, mau diambil atau gimana?"½ Emang bapak di mana? ½   Saya di Dipati Ukur bu½Bentar ya pak, nanti saya telpon lagi, kata saya.
Akhirnya bilang ke papa, hpnya kakak tadi jatuh di Gasibu, ada yang nemuin, orangnya di Dipati Ukur, papa mau ngambil ga. Akhirnya papa nelpon ke orangnya, janjian ketemuan mau ambil hp. 

Alhamdulillah hp kakak kembali lagi. Lain kali hati² ya kak. *Untung hp murah he³ bukan hpnya sih, lebih ke nomornya karena nomor kakak pakai yang prabayar bukan pascabayar. Kalau dulu hp dan papanya pernah hilang, tinggal diblokir aja nomornya, terus ke Grapari minta ganti lagi yang baru dengan nomor yang sama. Apa ganti pascabayar juga ya? Kan sekarang ada Halo Family. Ah tar aja deh, ditimbang-timbang dulu manfaatnya.


Jumat, 11 Oktober 2013

My Conference

Hari ini si kakak ada my conference di sekolahnya. Ini program rutin sekolah sebagai pengganti UTS. Kalau di sekolah lain ada UTS, di sekolah kakak (SD Tunas Unggul) diadakan my conference. Di situ anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, 1 kelompoknya biasanya 4 orang. Per kelompok itu juga sebagai jadwal bagi orang tua ke sekolah. Di my conference itu anak-anak melakukan presentasi yang berhubungan dengan project yang mereka pelajari pada tema pada saat itu. Setelah mereka presentasi ada sesi tanya jawab, orang tua bertanya ke mereka, dan mereka juga ngasih semacam kuis ke orang tua he³ seru.

My conference bagi saya melatih kemampuan anak untuk berani tampil di depan. Berani mempresentasikan apa yang sudah mereka pelajari pada tema saat itu. Juga melatih kemampuan berinteraksi dengan orang lain, dalam hal ini orang tua murid. Sampai sekarang masih suka takjub gitu lihat keberanian dan kemampuan anak-anak dalam presentasi.

Kamis, 10 Oktober 2013

Mutasi SIM

Sekitar akhir bulan ini SIM saya (dua-duanya) mau habis masa berlakunya. Padahal belum pernah dipakai :p. Kalau dulu kan masih bisa tuh ada kelonggaran 1 tahun setelah masa berlakunya habis masih bisa perpanjangan. Tapi kalau sekarang, terlambat 1 hari saja sudah tidak bisa perpanjangan, dianggapnya pengajuan SIM baru, yang berarti harus ujian teori dan praktik. Kalau perpanjangan SIM kan, katanya - karena saya belum pernah, baru mau ini :) - cuma tes kesehatan - itu pun cuma formalitas aja katanya -. 

Cari-cari di internet, dapatlah link mutasi SIM. Kalau baca-baca di situ sepertinya sudah lebih baik, lebih mudah, lebih cepat, lebih transparan. Mudah-mudahan sih nanti saya juga begitu. Amin. Nih saya copy paste dari sini




Terus kalau biayanya, cabut berkas ada yang bilang 20 ribu, ada yang 35 ribu rupiah per SIM. Untuk cek kesehatan 30 ribu rupiah. Untuk biaya perpanjangan SIM C 75 ribu rupiah, SIM A 80 ribu rupiah. Saya cari yang Kabupaten Bandung, nemu link ini

Saya copy paste aja deh

Cara Mutasi SIM

Cara Mutasi SIM Terbaru – 2013
Studi kasus: SIM C kabupaten Bandung Jawa Barat

Mutasi sim merupakan pembuatan sim sesuai alamat tinggal saat ini. Bagi orang yang sebelumnya tinggal di kota X dan memiliki SIM kota X, berpindah ke kota Y dan hendak memiliki SIM kota Y. Dari pada buat SIM baru dikota Y, mending mutasi saja sim lamanya, lebih gampang dan mudah semudah mengurus perpanjangan SIM.
Dari pada lewat calo, mending urus sendiri. Dengan pelayanan kepolisian yang semakin baik, kepengurusan mutasi sim sudah ga repot kok. Biayanya juga resmi jadi lebih murah. Langsung saja kecara-caranya ya..
A. Cabut berkas SIM dikota asal
Persiapan: fotocopy ktp terbaru
Pergilah kekantor polres/polrestabes tempat dulu Anda membuat SIM. Tenang, kalo jauh bisa diwakilkan kok. Kirim saja fotocopy ktpnya kekeluarga/rekan/teman yang bersedia kepolres setempat. Prosesnya cukup singkat. Ajuin cabut berkas sim, langsung deh diserahkan berkasnya. Isi berkas: surat mutasi dan berkas pembuatan sim dulu.
B. Mutasi SIM
Persiapan: bolpen, ktp dan sim asli, fotocopy ktp dan sim, berkas SIM dari kota asal, duit kurang lebih 100rb
1.Buat surat kesehatan. Biasanya dipolres setempat ada kantor/ruang untuk pembuatan surat kesehatan. Daftar, dipanggil nama, cek sana sini, bayar, beres.
Pengalaman: waktu 5menit, modal 20rb
ed32.Ke bagian informasi buat pemeriksaan/checklist kelengkapan berkas
Berkas yang diperlukan: berkas dari kota asal, surat kesehatan
Bilang saja mau mutasi sim, berikan berkas yang dibawa. Setelah berkas lengkap dikasi kertas persetujuan untuk meneruskan pendaftaran, dicap, lalu akan diarahkan kebank buat bayar biaya
Pengalaman: waktu 2 menit, tanpa biaya
3.Ke bank yang ada dilingkungan polres, bayar biaya, dikasi slip, diarahakan buat daftar mutasi sim diloket
Pengalaman: waktu 2menit, biaya 75rb
4.Daftar diloket sim
Berikan berkas. Setelah daftar tunggu beberapa menit untuk dicek berkasnya, lalu akan dipanggil. Diberikan nomor antrian dan data profile untuk diisi dan diserahkan keloket entry data. Setelah diisi segera serahkan berkas keloket entry data.
Pengalaman: waktu 10menit
5.Dipanggil keruang foto sesuai nomor antrian
Tandatangan dikertas, ngantri diruang foto, foto jepret dan scan sidik jari, beres.
Pengalaman: waktu 5menit
ed46.Tunggu sim jadi
Tunggu beberapa saat diruang tunggu, dipanggil nama siapa2 saja yang simnya sudah jadi, ambillah sim Anda
Pengalaman: waktu tunggu 5menit
Voila jadilah sim baru. Sampe 2018 boo..alhamdulillah
ed5Jadi, total waktu kurang lebih 30 menit dan biaya 95rb. Hal ini tergantung seberapa keren pelayanan polres Anda :D
Sekian dan semoga bermanfaat. Ada pertanyaan? Kalo diTKP, tanya saja kebagian informasi kepengurusan SIM, baik kok bapak polisinya ngebimbing. Bisa juga isi komentar dibawah.
Perhatikan jam pelayanan sim didaerah mu. Untuk kabupaten bandung dipolres soreang, ini waktu pelayanannya:
ed2

Nanti Insya Allah saya update pengalaman saya perpanjang SIM. Semoga lancar jaya. Amin.........

Selasa, 08 Oktober 2013

Lupa potong kuku

Waduh, lupa belum potong kuku, mana udah panjang gini :). Tapi udah masuk bulan Dzulhijjah sekarang,  di mana orang yang akan berkurban jangan memotong rambut dan kukunya sampai ia berkurban. Pingin potong rambut juga sih he³. Tapi ya sudah nunggu habis kurban aja dulu deh, seminggu lagi ini. Pas tadi pagi di google+ Ustadz Felix Siauw posting tentang hal ini. Saya copy paste saja deh

linknya di sini ya

Felix Siauw

Dibagikan kepada publik  -  05.28
 
1. tentang larangan memotong rambut dan kuku bagi sahibul qurban (orang yang akan berkurban) | bisa diwakili oleh 2 hadits riwayat Muslim

2.  "jika kalian menyaksikan hilal Dzulhijjah & ingin berkurban, hendaklah sahibul kurban biarkan (tak memotong) rambut & kuku" (HR Muslim)

3. "siapa ingin berkurban & apabila memasuki awal Dzulhijjah, janganlah dia memotong rambut & kukunya sampai ia berkurban" (HR Muslim)

4. berarti kedua hadits diatas hanya ditujukan pada sahibul kurban (orang-orang yang ingin berkurban) saja | tak termasuk keluarga mereka

5. jadi bila hanya kepala keluarga yang berkurban | istri dan anaknya tidak termasuk dalil hadits ini | wallahua'lam

Jumat, 04 Oktober 2013

Lapangan Tegallega

Sudah cukup lama saya ga olahraga di lapangan Tegallega. Olahraga? Haiyah gaya olahraga. Eh iya olahraga, jalan kaki berapa putaran kan lumayan olahraga juga. Tadi pagi ke sana dong, terus tadi nyewa raket sama kok, main badminton, lumayan keringetan, ha³ lebih capek ngejar koknya :p. Dulu sih suka ke sana sama mbak Ani yang sekarang mutasi ke Jakarta. Pernah kami sampai 7 putaran lho. Hitung-hitung latihan kalau nanti umroh. Amin..........

Biasanya habis keliling di dalam plus belanja-belanja di dalam - di dalam lapangan ini banyak orang jualan murah meriah, macam-macam - kami suka jalan-jalan lagi di luar, di tepi pagar luar itu nyari sayur, atau buah, atau kadang sandal/sepatu, atau jus. Kalau sudah selesai ya sarapan soto kudus. Mantap deh. Semangkung kecil saja sudah kenyang, sambalnya agak banyak, pedas-pedas panas gitu. Kalau mbak Ani biasanya soto saja ga pakai nasi. Kalau saya soto komplit pakai nasi, ga pakai bawang goreng. Sebenarnya kalau ga malu bisa nambah juga he³ ga ding becanda. Sekarang mah perutnya suka ga mau kompromi kalau kebanyakan makan. Seperti sudah ada alarm karena biasa makan porsi kecil. 

Jadi, minggu depan ke Tegallega lagi? Insya Allah