Daisypath Anniversary Years Ticker
Lilypie Kids birthday TickerLilypie Kids birthday Ticker


Tampilkan postingan dengan label merah ASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label merah ASI. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Desember 2009

Agar Sukses Saat Memerah ASI

Dari Kompas.com. Jadi ingat dulu waktu masih merah ASI. Awalnya sih pakai yang pompa elektrik karena waktu zaman si kakak dulu saya pakai yang manual waduh tangan jadi pegel dan sakitnya sampai sebulan lebih. Akhirnya yang waktu si dedek minta dibeliin sama si papa (alhamdulillah papa mau beliin - lumayan we harganya sekitar 700 ribuan. Setelah survey per telepon karena saya masih cuti melahirkan akhirnya diputuskan untuk beli di Yogya Departemen Store karena dengan harga segitu kalau pakai kartu member bisa diskon 10%). Tapi setelah dapat email yang metode marmet (merah pakai tangan) dan dicobain ternyata hasilnya lebih banyak dan gak usah repot mensterilkan pompa akhirnya pompanya nganggur. Sayang juga sih tapi ya gimana lagi ternyata lebih asyik merah pakai tangan. Tapi kapan itu pernah juga pakai yang pompa karena kadang enak juga sambil terkantuk-kantuk tapi tetep bisa merah ASI, he...he...he....). Ya, semoga ibu-ibu yang punya bayi bisa ngasih ASIX.

Agar Sukses Saat Memerah ASI

Senin, 7/12/2009 | 09:17 WIB

KOMPAS.com - Mengingat manfaatnya yang sungguh besar, kini banyak ibu yang bertekad memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Bahkan, niat ini tetap diteruskan ketika Anda harus kembali bekerja. Demi memenuhi hak bayi mendapatkan ASI, Anda rela memerah ASI, menyimpan, untuk kemudian diberikan kepada si kecil ketika Anda tak berada di sampingnya. Nah, agar Anda sukses memberikan ASI, berikut tip dan trik saat memerah ASI.

Persiapan memerah
* Cuci bersih kedua tangan Anda dengan benar dan menggunakan sabun.
* Usahakan rileks dan pilihlah tempat atau ruangan untuk memerah ASI yang tenang dan nyaman.
* Kompres payudara dengan air hangat. Gunakan handuk kecil, waslap, atau kain lembut lainnya.

Selanjutnya, lakukan metode massage, stroking dan shaking, yang disebut metode Marmet. Disebut metode Marmet, karena metode ini dikembangkan oleh Chele Marmet, seorang Lactation Consultant yang menjadi Direktur Lactation Institute di California. Tahapannya adalah sebagai berikut:

1. Massage
Gunakan dua jari, yaitu telunjuk dan jari tengah. Tangan kanan mengurut payudara kiri dan tangan kiri mengurut payudara kanan.
* Bila payudara besar, gunakan keempat jari.
* Dengan tekanan ringan, lakukan gerakan melingkar dari dasar payudara dengan gerakan spiral ke arah puting susu.

2. Stroke
* Dengan menggunakan jari-jari tangan, tekan-tekanlah payudara secara lembut. Dari dasar payudara ke arah puting susu dengan garis lurus, kemudian dilanjutkan secara bertahap ke seluruh bagian payudara.
* Dengan menggunakan sisir yang bergigi lebar dan berujung tumpul, "sisirlah" payudara secara lembut, dari dasar payudara ke arah puting susu.
* Dengan ujung jari, lakukan lagi stroke (gerakan memutar) dari dasar payudara ke arah puting susu.

3. Shake
Dengan posisi tubuh condong ke depan, kocok atau goyangkan payudara dengan lembut, biarkan daya tarik bumi meningkatkan stimulasi pengeluaran ASI.

Setelah metode ini dilakukan, maka proses memerah dengan tangan dapat dimulai dengan cara:

1. Meletakkan ibu jari di atas lingkaran payudara dan jari telunjuk serta jari tengah di bawah payudara, atau sekitar 2,5 - 3,8 cm di belakang puting susu sehingga membentuk huruf C. Mudahnya, anggaplah payudara sebagai jam, maka posisi atau arah ibu jari berada pada jam 12, dua jari lain berada di posisi jam 6. Ibu jari dan jari telunjuk serta jari tengah saling berhadapan. Jari-jari diletakkan sedemikian rupa sehingga "gudang" ASI berada di bawahnya.

2. Tekan lembut ke arah dada tanpa memindahkan posisi jari-jari tadi. Payudara yang besar dianjurkan untuk diangkat lebih dulu. Kemudian ditekan ke arah dada.

3. Buatlah gerakan menggulung (roll) dengan arah ibu jari dan jari-jari ke depan untuk memerah ASI keluar dari gudang ASI yang terdapat di bawah lingkaran payudara dan di belakang puting susu. Jangan menggesekkan ibu jari dan jari-jari pada kulit karena akan menimbulkan rasa sakit atau nyeri.

4. Ulangi gerakan-gerakan tersebut (1,2,3) sampai aliran ASI berkurang. Kemudian pindahkan lokasi ibu jari ke arah jam 11 dan jari-jari ke arah jam 5. Lakukan kembali gerakan memerah seperti tadi.

5. Lakukan pada kedua payudara secara bergantian. Begitu tampak ASI memancar dari puting susu, itu berarti gerakan tersebut sudah benar dan berhasil menekan gudang ASI. Jangan lupa untuk meletakkan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperah.

Seluruh prosedur persiapan dan pemerahan dengan tangan membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit. Namun, catatan waktu ini hanyalah patokan saja. Bila pasokan ASI sudah baik atau banyak, patokan tersebut dapat diabaikan karena patokan waktu ini bermanfaat bila ASI hanya keluar sedikit atau bahkan belum keluar sama sekali. Yang justru harus diperhatikan adalah aliran ASI. Bila mulai berkurang alirannya segera ganti dengan memerah payudara berikutnya.




Editor: din

Selasa, 03 Maret 2009

rada pikun nih

Waduh, udah mulai rada pikun nih, maklum udah kepala 3 he.......he........
Ada-ada aja. Kok bisa ya tadi pagi kelupaan gak masukin peralatan perang (he......he...apaan tuh)buat merah ASI.
Pantesan aja tadi pagi pas berangkat ada perasaan gak enak, apa ya yang ketinggalan, kirain makanannya dedek, dilihat di tas udah ada, eh nyampe di kantor begitu mau masukin ice cooler di freezer lha kok gak ada botolnya, hiks....hiks....gimana nih.
Kalau breastpump gak ada sih gak masalah, selama ini juga seringnya manual (lebih praktis) jadi bisa jalan, lha kalo botolnya, waduh gimana nih.

Tadi mikir-mikir, kayaknya masih punya stock tumbler Tupperware di laci meja kerja (dulu soalnya ada yang pesen tapi gak jadi) ya udah dipake aja, dikocok-kocok pake air panas berapa kali tadi ya, ya pokoknya biar bersih dan steril, lumayan bisa buat nampung ASIP, jadi tetep bisa merah, hore.........

Selasa, 03 Februari 2009

SKB tentang PENINGKATAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU SELAMA WAKTU KERJA DI TEMPAT KERJA

Tadi buka-buka AFB ternyata ada SKB ini. Semoga semakin banyak kantor ataupun tempat kerja yang semakin bersahabat dengan ibu-ibu yang masih dan terus berjuang untuk memberi ASI kepada bayi mereka.

Selasa, 20 Januari 2009

produksi lagi

Alhamdulillah, tadi merah ASI dapat 250 ml lebih, ya sekitar 270 kali ya, gak nyangka banget tuh bisa dapet segitu karena biasanya cuman dapat 100-150 ml.
Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.
Mengenai kemarin, gak jadi deh, alhamdulillah udah reda enegnya.
Ya saya kan (rada narsis dikit nih) orangnya bisa memaafkan, bukan pendendam, tapi maaf ya tidak bisa (tidak mudah) melupakan, jadi kalau ada yang punya salah ke saya, maaf saja saya bisa memaafkan tapi susah untuk melupakan.
Ya mungkin pada saat itu bisa melupakan, tapi suatu saat ada kejadian bisa keingetan lagi, begitu.

Jumat, 16 Januari 2009

merah ASI

Hasil siang ini lumayan, dapat 150 ml, semoga ntar sore dapat banyak juga.
Ya untuk ukuran sekarang segitu mah udah lumayan banget.
Soalnya saya juga ga mau terlalu beban harus dapat sekian ml.
Ntar malah bikin stres dan gak bisa dapat banyak.
Dinikmati aja, malah hasilnya lumayan.

Senin, 22 Desember 2008

Produksi ASI

Barusan merah ASI lagi.
Dan berusaha mempraktekkan teknik marmet (teknik memerah dengan tangan) kiriman dari Mbak Indah (thanks banget ya Mbak). Lumayan tadi sekali perah dapat 125 ml.
Untuk ukuran sekarang (dedek Azzah 1 th) segitu tuh udah lumayan banget.
Baru tadi pagi bacanya, soalnya ternyata emailnya Mbak Indah masuknya ke spam di account yahoo saya. Kali dikiranya spam, makanya masuk ke situ. Padahal Mbak Indah ngirim emailnya hari Kamis. Untung tadi iseng buka folder spam, eh ternyata emailnya nyangkut di situ he.........he..........
Yah belajar lagi deh, semoga sukses.
Doain ntar-ntar dapatnya banyak ya.
Amin.

Rabu, 10 Desember 2008

istirahat

udah waktunya istirahat nich, sholat n merah ASI dulu ya..........
abis itu baru makan...........
he.........he........... kebalik ga ya
ga masalah kalau saya sih karna abis merah bawaannya lapar jadi we makannya abis merah.
tapi kalo udah lapar ya makan dulu ding, gimana sikon, ga harus saklek gitu