Daisypath Anniversary Years Ticker
Lilypie Kids birthday TickerLilypie Kids birthday Ticker


Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Mei 2014

Sederhana

Sederhana. Kata yang memang sederhana tapi sebenarnya tidak sesederhana penerapannya 😃. Tapi dengan sederhana itu insya Allah hidup kita akan tenang, bahagia. Amin...

Kenapa tiba-tiba nulis ini? Ya lagi pingin saja. Sudah lama ya saya ga update blog ini 😭. Ya mau gimana lagi. Banyak yang harus saya pikirkan dan kerjakan. Haiyah 😜. Lagi pingin introspeksi diri juga, jangan-jangan selama ini saya juga masih belum sederhana. Sederhana dalam segala hal. Sederhana dalam berperilaku, bertutur kata, berpakaian, bergaul, bertingkah laku, dan lain-lain.

Saya bukan orang yang mudah mengungkapkan dan semoga memang tidak mudah mengungkapkan apa-apa yang tidak perlu diungkapkan atau diceritakan ke orang lain. Memangnya siapa saya? 

Semoga dengan sederhana ini menunjukkan saya apa adanya tanpa harus merasa ini itu atau harus pamer ini itu. It's me. 

Yang pasti saya lebih nyaman menjalaninya. Tapi memang lebih enak. Keluarga, anak-anak terutama ga nuntut ini itu. Ga minta macam-macam. Semampunya saja. Ga perlu berlebih-lebihan.

Ya karena saya melihat banyak yang salah kaprah. Pingin terlihat wah di depan orang lain, tapi tidak mengukur kemampuan diri. Akibatnya hidup jadi tidak nyaman. Makan ga enak tidur tak nyenyak mikirin utang 😓. Banyak juga yang berprinsip ah gimana nanti. Atau hidup cuma sekali nikmati aja.

Tapi ya mungkin tiap-tiap orang punya prinsip masing-masing. Ya silakan sih selama ga ganggu prinsip saya juga he³.

Ya sudahlah. *berdoa semoga cepat lunas utang dan ga jadi budak utang.  Yang sabar, insya Allah yang dicita-citakan dapat terwujud. Amin ...

Kamis, 28 November 2013

Makan tuh Gengsi!

Memang kalau senior apa-apa harus bayarin gitu? Makan juga harus nraktir gitu? Haiyah sudah ga zaman kali kayak gitu. Katanya mau merdeka secara finansial di umur sekian tahun, lha kalau masih besar pasak daripada tiang ya ga bisa atuh :p

Ya kalau sesekali boleh saja, tapi kalau terus-menerus ya bangkrutlah. "Ya gimana, ga ngerasain sih gimana jadi senior" "Ya ga enak atuh masak ga bayarin" "Ya gimana lagi lha wong dia (mereka) pada lamban (unak-unuk) kalau pas mau bayar" dan sederet alasan lainnya. "Ya sudah bayar aja sendiri-sendiri, ga usah gengsi"

"Ya sudah bawa bekal aja dari rumah." "Ga mau. Makan itu kan pergaulan. Sosialisasi." Ya kan bisa berapa hari sekali, atau tentukan bahwa seminggu sekali misalnya adalah jadwal ga bawa bekal, makan di luar. Daripada ngeluh ga punya uang. Uang habis melulu. Ga bijak juga kan?

Akhirnya ya terserahlah. Asal jangan minta ke saya. Masih bisa dinasihati syukur, ga ya sudah, terserah. Kalau ada apa-apa tanggung sendiri akibatnya.

*Cerita dari teman, semoga kita ga termasuk yang seperti itu :)

Kamis, 11 April 2013

Tertipu...........

Tertipu.........
Sedih dengar kabar dari si papa ada temannya yang ketipu ratusan juta rupiah ikutan investasi. Waduh, sebanyak itu? Eh mungkin menurut orang lain segitu itu ga terlalu banyak, tapi menurut saya banyak sekali itu. Ya, memang kita harus hati-hati dalam berinvestasi, jangan hanya karena tergiur iming-iming return yang tinggi. Ya memang prinsip investasi high risk high return tapi pakai logika dan perhitungan juga dong, dapat segitu itu bagaimana? Kapan itu ada juga yang nawarin ke suami investasi emas, nanti gini nanti gitu. Ha³ untung sudah hafal skemanya yang seperti itu biasanya investasi bodong alias abal-abal. Jadi abaikan saja.
Ya, kalau mau investasi memang harus buanyak belajar. Jadi mari kita belajar...........

Rabu, 30 Januari 2013

Uang suami, uang isteri, uang bersama?

Hmm........... bahasan mengenai uang memang tiada habisnya :)
Dapat cerita dari teman si ini gini si itu gitu. Ya saya dengarkan saja ceritanya, ambil hikmah / pelajarannya :)

Ada yang isterinya tidak kerja, suami yang kerja. Suaminya ngasih seluruh penghasilannya ke isteri. Suaminya tiap hari dijatah sekian rupiah oleh isterinya. Ya, mungkin suaminya boros, sehingga kalau uang dipegang suami semua takut habis tidak bersisa :). Atau memang suaminya yang ingin seperti itu biar bisa tertata keuangannya oleh isterinya ► isteri = manajer / menteri keuangan :). Tapi yang pasti menurut saya itu adalah kesepakatan bersama antara suami dan isteri, karena tiap pasangan itu beda-beda.

Ada juga suami yang kerja, isterinya tidak bekerja, suaminya menjatah isterinya tiap hari sekian rupiah. Mungkin isterinya boros, diberi berapa saja habis melulu :). Atau bisa juga karena suaminya karena merasa dia yang bekerja (menghasilkan uang) maka kendali keuangan di suami, bisa juga. Yang pasti menurut saya ada sebabnya atau kebiasaan turun temurun dari orang tua bisa juga.

Kalau tadi yang 1 sumber penghasilan ya. Nah kalau ini ada juga yang dua-duanya kerja. Isterinya tiap hari dijatah sekian rupiah oleh suaminya. Ada juga yang kebalikannya, suaminya yang dijatah oleh isterinya.

Anda termasuk yang mana? :)

Selasa, 05 Juli 2011

Pusing-pusing Dah!

Widih ngapain emang kok tiba-tiba posting dengan judul "Pusing-pusing Dah!". He...he....he....ada ceritanya nih, campur aduk emosi, perenungan alias introspeksi diri *ambil nafas #halah.
Ini cerita tentang pernikahan, cerita tentang berbagai dana *yang pasti bukan Dana Iswara ha....ha....ha....

Cerita tentang pernikahan, suka bingung lihat orang yang ngadain pesta buat pernikahannya secara itu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Agak matre ya. Baiklah kalau begitu, terserah Anda menilai......

Entah kenapa saya agak kurang suka dengan orang yang menghambur-hamburkan uangnya untuk biaya pernikahan, karena menurut saya pernikahan alias walimah itu ga harus mengeluarkan biaya yang guedhe itu. Apalagi masih banyak yang beranggapan "kan nanti bisa balik modal dari uang sumbangan dari undangan".
Ye............ya kalau para undangan itu ngasih amplopnya sesuai harapan kita, kalau gak, berapa banyak tuh orang tua dan para pengantin yang stress gara-gara utang biaya pernikahan. Mau.......dikejar-kejar utang????????? :p
Ya kalau keluarga Anda atau keluarga besan/mertua Anda kaya raya *tapi gak jaminan juga kalau Anda gak bisa mengelolanya karena yang namanya harta kalau tidak dikelola dengan baik bakalan habis juga.

Mengenai pernikahan alias walimah itu kan prinsipnya (mohon dikoreksi kalau salah) adalah ijab kabul, ada penghulu, ada saksi, dengan mengundang tetangga sekitar untuk 'mengumumkan' pernikahan tersebut. Jadi kadang saya suka heran saja ada yang bermegah-megahan alias bermewah-mewahan (padahal utang), masih lagi ngadain apa ya namanya ngunduh mantu kalau orang Jawa bilang (gedhe-gedhean juga).
Alhamdulillah ibu saya dulu berprinsipnya sama seperti saya. Ibu saya ga mau nerima sumbangan (dipikir-pikir enak apa nerima sumbangan itu? Nanti kalau yang nyumbang itu ada hajat, kita harus nyumbang minimal sebesar dia nyumbang, kalau bisa di atas itu. Makanya kalau di Jawa itu suka dicatat si ini nyumbang berapa, si itu nyumbang berapa. Ya kalau pas kita punya uang, kalau gak ada? Apakah utang hanya untuk gengsi? #meh)

Kalau saya berpikirnya yang namanya pernikahan itu adalah apa yang akan kita jalani setelah akad nikah itu. Bagaimana kehidupan setelah walimah itu.
Setelah menikah bagi saya itu harus memikirkan kita akan tinggal di mana? Apakah di rumah keluarga kita, mertua kita, rumah kontrakan, atau bahkan rumah kita sendiri.
Kalau saya dari dulu prinsipnya kalau sudah nikah itu usahakan tidak menumpang, baik di rumah keluarga maupun di rumah mertua. Kami harus mandiri.
Ibarat kata rumah gubuk juga ga apa-apa.

Saya juga mikirnya gak selamanya tinggal di rumah kontrakan, meski kecil, sederhana, usahakan bisa mencicil beli rumah (Alhamdulillah sekarang sudah terwujud).
Kalau untuk kendaraan, dulu berpikirnya ya semampunya, mampunya motor ya beli motor (Alhamdulillah sekarang kami mampu untuk mencicil mobil).

Terus mikir juga tentang biaya pendidikan anak *nah ini yang tadi saya sebut-sebut tentang dana itu.
Ternyata guuuuuuuuuuuueeeeeeeeeeeeeeeeeeeedheeeeeeeeeee bangettttttttttttttttt, bisa dilihat di twittter ataupun websitenya para Financial Planner, yang kenaikannya bisa mencapai 15-40%. Hiiiiiiiiiiiii ngeri............
Misalnya sekarang biaya kuliah 100 juta, nantinya akan menjadi 1,96 M (milyar sodara-sodara, bukan Mber :p) gimana gak pusing kalau kita gak tau bagaimana mengatur uang kita.

Belum lagi biaya kesehatan, yang namanya punya anak, imunisasi, kalau sakit yang ke dokterlah, dan sebagainya (kan punya asuransi kesehatan, mbak? Oke, cukup gak? tercover gak? Tambah pusing).

Dana pensiun (kan PNS dapat pensiun mbak? Yakin cukup, ingat cuma 75% (kalau ga salah dari gaji pokok (GAJI POKOK, SODARA-SODARA! GA ADA TUNJANGAN-TUNJANGAN)), dana kesehatan setelah pensiun, apalagi ya.......... nanti deh kapan-kapan saya tulis lagi deh.

Pusing-pusing dah!

Kamis, 18 Juni 2009

Alhamdulillah

Saat ini, saya hanya bisa berkata Alhamdulillah. Kenapa, aya naon? He...he... alhamdulillah di saat keuangan sedang menipis alias kantong kempes, ternyata ada berita menggembirakan. Ada gaji ke-13, TKPKN ke-13, sama IPK (insentif). Semoga sih segera cair, biar saya bisa bernafas lega, soalnya sekarang benar-benar mengetatkan ikat pinggang.

Tapi tetap saja alhamdulillah......terima kasih ya Allah.

Sabtu, 07 Februari 2009

Layanan microblogging gratis untuk mencatat pengeluaran sehari-hari


Tadi baca di koran tempo ada dompetjebol.com, sepertinya bermanfaat buat kita