Daisypath Anniversary Years Ticker
Lilypie Kids birthday TickerLilypie Kids birthday Ticker


Jumat, 14 Agustus 2009

Apa Itu Tes DNA?

Ngomong-ngomong soal DNA, apa sih sebenarnya DNA itu?

Lihat di detikhealth ada nih

Apa Itu Tes DNA?

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto: DNAconsult)
Jakarta, Rebutan anak, mencari orangtua kandung hingga pembuktian teroris membuat tes DNA menjadi hal utama yang paling ditunggu. Seperti apa tes DNA itu? Mahalkah biaya yang dikeluarkan? Membuktikan identifikasi seseorang lewat tes DNA ternyata tidak semahal yang dikira. Membuktikan sebuah kebenaran memang ada harganya. Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri, tes DNA yang tersedia di Indonesia pun sudah tergolong murah dan akurat.

Tes DNA saat ini sudah makin familiar, apalagi dengan bermacam kasus yang terjadi di Indonesia. Mulai dari kasus pembuktian anak Mayang Sari, pembunuhan berantai Ryan, kasus bom JW Marriot dan Ritz Carlton, serta kasus perburuan teroris Noordin M Top yang baru-baru ini terjadi.

Berkat tes DNA, proses penyelidikan pun terbantu dan kebenaran lebih mudah terungkap. Tes DNA biasanya dilakukan untuk tujuan pribadi maupun tujuan umum seperti kasus-kasus untuk kepentingan penyelidikan polisi.

DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. DNA inilah yang menentukan jenis rambut, warna kulit dan sifat-sifat khusus dari manusia.

Metode yang digunakan dalam tes DNA adalah dengan mengidentifikasi fragmen-fragmen dari DNA itu sendiri. Atau secara sederhananya yaitu metode untuk mengidentifikasi, menghimpun dan menginventarisir file-file khas karakter tubuh.

Di dalam inti sel, DNA membentuk satu kesatuan untaian yang disebut kromosom. Setiap sel manusia yang normal memiliki 46 kromosom yang terdiri atas 22 pasang kromosom somatik dan 1 pasang kromosom sex (XX atau XY).

Setiap anak akan menerima setengah pasang kromosom dari ayah dan setengah pasang kromosom lainnya dari ibu sehingga setiap individu membawa sifat yang diturunkan baik dari ibu maupun ayah.

"Setiap orang itu punya DNA yang berbentuk double helix atau rantai ganda, satu rantai diturunkan dari ibu dan satu rantai lagi diturunkan dari ayah," ujar dr Munim Idris, ahli forensik dari RSCM ketika dihubungi detikhealth, Jumat (14/8/2009).

"Jadi kalau mau cek, misalkan anak kandung atau bukan, bisa dilihat dari susunan DNA anak, lalu dibandingkan dengan kedua orang tuanya. Kalau susunan DNA ibu dan ayah itu ada pada anak, berarti dia anak kandung mereka," ujar Munim.

Hampir semua bagian tubuh dapat digunakan untuk sampel tes DNA, tetapi yang sering digunakan adalah darah, rambut, usapan mulut pada pipi bagian dalam dan kuku.

Sampel DNA yang digunakan bisa dari inti sel maupun mitokondrianya. Namun yang paling akurat adalah inti sel karena inti sel tidak bisa berubah.

"Biasanya yang kita gunakan adalah sampel darah karena lebih gampang. Tapi sel darah yang diambil adalah sel darah putih, bukan sel darah merah, karena sel darah merah tidak mempunyai inti sel," ujar Munim.

Akurasi kebenaran tes DNA hampir mencapai 100% akurat. Kesalahan pola DNA bisa saja terjadi, tapi sangat kecil kemungkinannya, mungkin satu diantara satu juta. "Biasanya karena human error atau interpretasi yang salah," ujar Munim.

Metode tes DNA yang umumnya digunakan adalah metode elektroforesis DNA. "Metode yang kami gunakan sudah sesuai standar FBI," ujar Munim.

Sedangkan metode tes DNA yang terbaru adalah dengan menggunakan kemampuan partikel emas berukuran nano untuk berikatan dengan DNA. Namun metode ini masih dikembangkan di Amerika.

Pada dasarnya tahapan metode tes DNA dengan cara elektroforesis meliputi beberapa tahapan berikut yaitu:
1. Preparasi sampel dan pengambilan sampel DNA (isolasi) dari bagian tubuh.
2. Pemurnian DNA dari kotoran-kotoran seperti protein menggunakan teknik sentrifugasi atau filtrasi vakum.
3. Pemasukan sampel DNA yang telah dimurnikan kedalam mesin PCR (Polymerase Chain Reaction) sebagai tahapan amplifikasi.
4. Hasil amplifikasi ini adalah kopi urutan DNA lengkap dari DNA sampel.
5. Karakterisasi kopi urutan DNA dengan elektroforesis untuk melihat pola pitanya.
6. Tahapan typing untuk memperoleh tipe DNA.
7. Finishing untuk mencocokan tipe-tipe DNA.

Karena urutan DNA setiap orang berbeda maka jumlah dan lokasi pita DNA (pola elektroforesis) setiap individu juga berbeda. Mesin PCR akan membaca data-data DNA dan menampilkannya dalam bentuk angka-angka dan gambar-gambar identifikasi DNA.

"Biasanya hasil tes DNA bisa dilihat 2 minggu setelah pemberian sampel, tapi paling cepat bisa 3 hari untuk keperluan kepolisian," tutur Munim.

Beberapa tahun lalu biaya tes DNA masih mencapai Rp 10 jutaan. Namun kini sudah lebih murah. Di Amerika Serikat biaya tes DNA hanya sekitar 400 dolar dan 500 dolar atau sekitar Rp 4 juta -Rp 5 juta.

Di Lembaga Biologi Molekul Eijkman Indonesia, biaya untuk tes DNA tergolong cukup murah dibanding tempat-tempat swasta. "Biaya per sampelnya 2,5 juta. Jadi kalau mau tes anak, semuanya 7,5 juta, karena dengan ibu dan bapaknya," ujar Munim. Biaya ini sudah termasuk biaya konsultasi pemeriksaan identifikasi DNA.

Jadi, perlu membuktikan kebenaran? Tes saja lewat DNA.
(fah/ir)

Sup Kacang Hijau

Kayaknya enak dan mudah nih, kapan-kapan dicoba ah. Kapan itu juga nyoba resep Sup Kacang Hijau yang dari bukunya Pak Wied yang buat batita. Kayaknya yang ini juga patut dicoba.

Kalau yang ini dari Nova

Sup Kacang Hijau

Foto : Dok. Nova

Bahan:
100 gr kacang hijau
250 gr daging sandung lamur
1500 ml air
50 gr bayam

1/2 sdt lada bubuk
1/4 sdt pala bubuk
1 sdt garam (kalau buat dedek gak pakai)
1 btg daun bawang, iris halus
2 btg seledri, iris halus
1 bh tomat, potong-potong

Cara membuat:
1. Rebus kacang hijau dan daging sandung lamur, masak sampai daging empuk dan kacang hijau merekah.
2. Keluarkan daging, potong-potong dadu, masukkan lagi ke dalam kaldu.
3. Bubuhkan lada, pala, dan garam, masak sampai mendidih dan bumbu meresap. Masukkan bayam, daun bawang, seledri, dan tomat, masak sebentar, angkat.

Untuk 4 orang

Dok. Nova


Sensor Kebusukan Ikan dari Bogor

Setelah kemarin saya posting tentang cara mengenali ayam bangkai, ternyata ada lagi tentang pendeteksi ikan. Semoga bermanfaat.


Sensor Kebusukan Ikan dari Bogor

Kamis, 13 Agustus 2009 | 18:05 WIB



TEMPO Interaktif, Jakarta - Hampir semua ibu rumah tangga mengetahui rumus memilih ikan segar. Dari memeriksa apakah mata ikan itu bening dan menonjol, tidak keruh, kulitnya cerah, sampai insang yang masih merah dan tidak berbau.

Namun, rumus itu tentu tak bisa dipraktekkan ikan yang hendak dibeli itu sudah dikemas rapi dalam wadah yang tertutup rapat seperti yang dijual di pasar swalayan, apalagi bila ikan sudah berbentuk fillet atau irisan ikan tanpa tulang. Jangankan mata dan insang, kulitnya pun terkadang sudah tidak ada karena yang tersisa hanyalah irisan daging ikan berwarna kemerahan.

Nah, kemasan cerdas buatan Yogi Waldingga Hasnedi bisa mempermudah tugas para ibu memilih fillet ikan berkualitas baik di pasar swalayan. Mahasiswa tingkat akhir di Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB) itu membuat kemasan cerdas yang dilengkapi sensor pendeteksi kebusukan ikan.

Sensor berupa plastik film yang dilekatkan di plastik pembungkus fillet ikan itu akan berubah warna bila daging membusuk. "Ini praktis, konsumen bisa langsung mengetahui apakah daging ikan dalam kemasan itu masih layak dikonsumsi atau sudah membusuk tanpa perlu membuka plastik," kata Yogi di Jakarta, Selasa lalu.

Berkat karyanya tersebut, pemuda kelahiran Jakarta, 31 Juli 1986 itu meraih juara pertama bidang teknik dalam Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke-8 di Widya Graha Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Selasa lalu. Dalam kegiatan yang diadakan oleh LIPI dan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 itu, Yogi mengajukan karya ilmiah berjudul "Pengembangan Kemasan Cerdas dengan Sensor Berbahan Dasar Chitosan-Asetat, Polivinil Alkohol, dan Indikator Bromthymol Blue sebagai Pendeteksi Kebusukan Fillet Ikan Nila."

"Target penggunaannya di supermarket, terutama produk perikanan tanpa tulang (fillet)," ujarnya. "Di luar negeri, smart packaging umumnya untuk produk ikan laut, pada ikan air tawar belum pernah dicoba, jadi saya mencoba membuatnya."

Label sensor yang terbuat dari campuran ketiga bahan kimia dan pewarna indikator itu bekerja dengan menangkap gas nitrogen yang diproduksi bakteri daging ikan ketika membusuk. Ketika label sensor terkena gas tersebut, warnanya akan berubah dari kuning cerah menjadi hijau kebiruan. Perubahan itu terjadi karena pewarna Bromthymol Blue bereaksi ketika kondisi lingkungan berubah dari asam menjadi basa.

Eksperimen untuk membuat sensor kemasan cerdas sebagai bahan skripsi ini diselesaikan Yogi dalam waktu lumayan singkat, hanya lima bulan. "Justru yang sulit menyesuaikan tiga bahan itu, terutama pewarna indikatornya," katanya.

Dalam riset yang dilakukannya, Yogi belum mencoba keefektifan sensor itu pada kemasan ikan yang telah dibekukan dengan temperatur 5-6 derajat Celsius. Meski baru dicoba pada suhu ruangan, sensor itu terbukti dapat mendeteksi kebusukan ikan. "Selama 15 jam pengamatan terjadi perubahan warna, mulai kuning, kuning tua, hijau muda, hijau, sampai hijau kebiruan," kata Yogi. "Kalau sudah hijau tua, berarti fillet ikan nila itu sudah busuk dan tidak layak dikonsumsi."

Penerima beasiswa dari Korean Exchange Bank pada 2008 itu menuturkan bahwa kemasan cerdas produk perikanan itu tergolong baru di Indonesia, tetapi di Eropa sensor semacam itu sudah dikomersialkan. Bahkan, tak cuma digunakan pada produk perikanan, kemasan cerdas sebenarnya juga bisa diterapkan pada produk pertanian dan peternakan seperti kemasan sayur dan minuman.

Yogi mengatakan label sensor ini tidak berbahaya karena tidak bersentuhan dengan ikan sehingga tidak menyebabkan terjadinya kontaminasi. Plastik film yang digunakan sebagai sensor juga bersifat biodegradable. Lapisan berdiameter 1,5 sentimeter itu mudah hancur dan lumer bila terkena air sehingga lebih ramah lingkungan.

Mahasiswa tingkat akhir yang kini tinggal menunggu hari wisuda itu mengungkapkan rencananya untuk menyempurnakan sensor kemasan cerdas itu dengan mengujinya pada jenis ikan lain dan temperatur rendah. Dia juga berharap dapat mencetak plastik film di atas plastik polimer PET bukan lagi di atas kaca preparat seperti yang dikerjakannya sekarang. "Masih pilot project, perlu pengembangan lagi. Tapi, kalau ikan air tawar bisa, pasti ikan laut juga bisa karena ikan laut lebih gampang busuk daripada ikan air tawar," kata Yogi.

Pemuda yang pernah meraih juara Setara Emas pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) pada 2007 itu kini tengah mencari-cari perguruan tinggi yang tepat untuk meneruskan studi tingkat master untuk bidang teknologi hasil pertanian tersebut. "Memang sudah ada tawaran dari salah satu kampus di Malaysia, tapi saya masih menimbang-nimbang inginnya di Indonesia saja, tapi di Indonesia belum ada yang nawarin," ujarnya.

TJANDRA DEWI

Gaptek

Aduh, jadi geli sendiri, habis baca-baca arsip milis (maaf gak bisa sebutin nama milisnya) ada yang pakai BlackBerry tapi kayaknya orangnya gaptek banget deh. Masak search file aja dia gak tahu gimana caranya. Jadi ingat kata Mbak Depe kapan itu yang bilang ada artis yang gaya bawa-bawa BB tapi gaptek banget. Masih mendingan kita dong gak bawa-bawa BB (karena emang gak mampu buat belinya, he..he...he...., eh bukan gak mampu tapi lihat kebutuhan juga, udah perlu apa gak ) tapi gak gaptek (ya, paling gak gak gaptek-gaptek amat lah). Eh gak boleh ngomongin orang ya. Maaf deh.

AA dan DHA pada Makanan/Susu Bayi

Barusan baca-baca arsip di milis Gizi_BayiBalita, ada artikel tentang AA dan DHA pada makanan bayi, saya copy paste saja, semoga bermanfaat.


Kontroversi penambahan AA dan DHA pada makanan bayi
08/09/2006 - Dr Widodo Judarwanto SpA

Saat ini sebagian besar susu formula atau makanan bayi selalu ditambah bahan DHA
(docosahexaenoic) dan AA (arachidonic acid). Promosi makanan bayi selalu
didominasi oleh "ikon" formula kecerdasan tersebut. Orang tua pasti akan
terhanyut dengan promosi ini. Sehingga susu dan makanan bayi tanpa bahan
tersebut pasti kalah bersaing di pasaran padahal harganya relatif lebih mahal.

Yang lebih tragis rayuan promosi ini, kadang menenggelamkan kehebatan manfaat
ASI. Benarkah AA dan DHA berpengaruh terhadap kecerdasan? Amankah pemberian AA
dan DHA secara jangka panjang pada bayi dan anak?

British Nutrition Foundation, ESPGAN (European Society for Pediatric
Gastroenterology and Nutrition), WHO (World Health Organization) dan FAO(Food
Agriculture Organization) merekomendasikan penambahan DHA dan AA hanya perlu
untuk susu formula bayi prematur. Secara teoritis dan bukti klinis penambahan
tersebut hanya bermanfaat untuk bayi prematur.

Sedangkan Canadian Joint Working Group and US committee dan American Academy for
Pediatric belum merekomendasikan pemberiannya pada susu formula bayi, karena
keterbatasan pengalaman klinik dan saat ini sedang dilakukan penelitian untuk
jangka panjang. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan hasil bermanfaat
tetapi banyak penelitian lain menunjukkan tidak terbukti
manfaatnya untuk kecerdasan bayi.

LATAR BELAKANG PEMBERIAN

Kualitas manusia sangat ditentukan oleh pertumbuhan dan perkembangannya sejak
dini. Pemenuhan gizi yang baik dan benar merupakan modal dasar agar anak dapat
mengembangkan potensi genetiknya secara optimal. Zat gizi yang diberikan harus
tersedia secara tepat baik kualitas maupun kuantitasnya.

Mulai dari protein dengan asam aminonya baik yang esensial maupun non-esensiel,
sumber kalori, berupa karbohidrat ataupun lemak, vitamin, dan mineral.

DHA dan AA adalah komponen terbesar dari long-chain polyunsaturated fatty acids
(LC-PUFA), merupakan bahan yang sangat penting bagi organ susunan saraf pusat.
DHA penting untuk pembentukan jaringan saraf dan sinap,sedangkan AA berperan
sebagai neurotransmitter sebagai suatu bentuk asam lemak yang essensial LC-PUFA
harus ditambahkan pada makanan.

Asam lemak esensial sebenarnya terdiri dari asam linoleat (AL) atau "linoleic
acid" (LA), asam linolenat (ALN) atau "?-linolenic acid" (ALA) serta asam
arachidonic atau "arachidonic acid" (AA). Asam lemak ini tidak bisa dibuat oleh
tubuh baik dari asam lemak lain maupun dari karbohidrat ataupun asam amino.

Asam arachidonic dapat dibuat dari asam linolenat (seri n-6), karenanya yang
dianggap sebagai asam lemak esensial hanyalah asam lemak lenolenat dan asam
lemak linolenat. Kedua asam lemak esensial ini tidak dapat saling berubah dari
yang satu menjadi yang lain serta berbeda baik dalam metabolisme maupun
fungsinya, bahkan secara fisiologik keduanya mempunyai fungsi yang berlawanan.

Penelitian pemberian AA/DHA pada bayi prematur terbukti menunjukkan bahwa
pemberian LC-PUFA sebagai suplemen dapat meningkatkan kemampuan visual dan
perkembangan sistem saraf terutama pada bayi prematur. Proses pembuatan DHA
maupun AA difasilitasi oleh enzim desaturase dan elongase. Aktifitas kedua enzim
ini masih sangat kurang pada bayi prematur bahkan pada bayi aterm sampai usia
4-6 bulan. Karenanya penambahan DHA dan AA pada bayi prematur lebih relevan
diberikan, dengan dosis yang mengacu pada kandungan asam lemak dalam ASI.

PENELITIAN KONTROVERSIAL

Manfaat pemberian AA dan DHA pada bayi cukup bulan dan anak dianggap masih
kontroversial. Beberapa penelitian pendahuluan mengklaim bahwa pemberian zat AA
dan DHA meningkatkan perkembangan tingkat kecerdasan tertentu dan kemampuan
visual anak.

Sebuah penelitian menunjukkan adanya peningkatan fungsi penglihatan pada bayi
yang mendapatkan susu formula dengan suplementasi AA/DHA dibandingkan yang
mendapatkan susu formula biasa, dengan melihat indikator perilaku dan
elektrofisiologi mata pada bayi berumur 2 dan 4 bulan. Beberapa pakar menilai
beberapa penelitian suplementasi AA/DHA tersebut terdapat kelemahan sehingga
tampaknya tidak universal dapat digunakan sebagai acuan.

Banyak pakar berpendapat bahwa enzim yang berfungsi untuk proses biosintesa
asam-asam lemak esensial menjadi DHA dan AA sudah tersedia di sistem syaraf
pusat dan hati di janin dan bayi. Teori inilah yang mematahkan pendapat bahwa AA
dan DHA perlu diberikan pada anak dan bayi. Sehingga
banyak penelitian juga mengungkapkan bahwa penambahan DHA dan AA pada susu
formula, ternyata tidak terbukti meningkatkan kemampuan penglihatan dan sistem
saraf bayi.

Hasil penelitian Ross Paediatric Lipid Study di Amerika Serikat pada tahun 1997
yang menunjukkan tidak adanya perbedaan pertumbuhan dan fungsi penglihatan pada
bayi yang diberi DHA dan AA di 12 bulan pertama.

American Council on Science and Health juga menyimpulkan bahwa tidak ada cukup
bukti-bukti ilmiah untuk mendukung penambahan DHA dan AA pada formula untuk bayi
yang lahir normal. Demikian juga penelitian yang dilakukan David dkk ternyata
pemberian AA dan DHA tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada Bayley Mental
Scale, Bayley Motor Scale, Vocabulary Comprehension andProduction Scale.

Meskipun demikian Food and Drug Administration (FDA) memberikan ijin kepada
Abbott Laboratories dan Mead Johnson Nutritionals untuk mengedarkan
susu formula dengan suplementasi AA/DHA pada tahun 2002. Harganya sekitar 20%
persen lebih mahal dibandingkan dengan susu formula tanpa suplementasi.

WASPADAI PEMBERIAN AA DAN DHA

Pada bayi cukup bulan atau anak besar pemberian suplemen DHA dan AA perlu
diteliti lebih jauh mengingat adanya kemungkinan efek samping yang belum
terdeteksi dan teruji. Pemberian lemak yang berlebihan dapat menyebabkan
kegemukan, serta penyakit jantung bahkan dapat menimbulkan keganasan; dapat
meningkatkan kadar kolesterol, dan LDL yang dapat memacu terjadinya
aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.

Hal ini sangat tergantung pada jumlah energi yang berasal dari lemak, komposisi
dari asam lemaknya, komposisi dari lipoprotein, diet serat yang dikonsumsi,
antioksidan, aktifitas, serta derajat kesehatannya. Pada anak yang tidak aktif
konsumsi lemak tidak boleh melebihi dari 30% kebutuhan energi. .

Penelitian yang dilakukan penulis terhadap 256 bayi dengan riwayat alergi yang
melakukan rawat jalan di Children Allergy Center Rumah Sakit Bunda Jakarta
didapatkan 34 (13%) bayi mengalami reaksi simpang terhadap AA dan DHA.

Setelah dilakukan eliminasi provokasi susu formula AA/DHA dan susu tanpa AA/DHA
dengan jenis yang sama. Gejala yang ditimbulkan karena pengaruh reaksi simpang
tersebut antara lain adalah dermatitis, batuk dan gangguan saluran cerna berupa
muntah, diare atau konstipasi.

Reaksi simpang makanan yang berlangsung lama bukan hanya mengganggu pertumbuhan
tetapi juga mempengaruhi perkembangan dan perilaku anak seperti hiperaktif,
gangguan konsentrasi, gangguan tidur, gangguan emosi dan gangguan belajar dan
gangguan perilaku lainnya.

Pemberian DHA pada formula bayi lanjutan ataupun pada makanannya perlu
dipertimbangkan lebih cermat. Pada bayi yang aterm ataupun anak besar sudah
dapat mensintesa DHA maupun AA dari LC-PUFA sesuai dengan kebutuhannya.

Sedangkan pemberian DHA yang berlebihan dapat menekan proses pembentukan AA,
serta dapat menekan aktifitas ensim siklooksigenase yang memfasilitasi
pembentukan prostaglandin PGH2 dan PGH3 dari AA, sehingga dapat menghambat
pembentukan prostaglandin berikut tromboksan dan leukotrin, dapat menyebabkan
terhambatnya respons terhadap proses keradangan khususnya pada pelepasan
interleukin-1 dan TNF, memanjangnya masa perdarahan, menurunnya renin yang turut
dalam pengontrolan fungsi ginjal.

Overdosis DHA pada manusia, sejauh ini baru terlihat dialami orang Eskimo yang
banyak mengkonsumsi ikan laut. Gejalanya berupa perdarahan, mirip flek-flek
berwarna kebiruan di kulit. Efek yang lain baru ditemukan pada monyet maupun
tikus, tapi gejalanya berbeda.

Bagaimana orang tua untuk menyikapinya untuk masalah ini? Pertimbangan utama
dalam pemilihan susu formula yang terbaik adalah yang sesuai dengan kondisi anak
dan tidak mengakibatkan reaksi simpang yang mengganggu fungsi organ tubuhnya.

Pertimbangan lain adalah masalah harga harus disesuaikan dengan ekonomi keluarga
serta kesediaan barang dan distribusi yang berkelanjutan di pasaran. Kandungan
zat tambahan (AA, DHA, dll), harga mahal, disukai bayi dan merek terkenal
bukanlah pertimbangan utama dalam pemilihan susu formula pada anak.

Secara umum semua susu formula yang beredar resmi di Indonesia kandungan gizinya
sama. Karena mengikuti standard RDA (Recomendation Dietery Allowence) dalam
jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam
mencapai tumbuh kembang yang optimal. Tetapi apapun juga, yang pasti ASI masih
tetap yang terbaik.

Dr Widodo Judarwanto SpA
CHILDREN ALLERGY CENTER, Rumah Sakit Bunda Jakarta
PICKY EATERS CLINIC (KLINIK KESULITAN MAKAN ANAK),
Jl Rawasari selatan 50 Cempaka Putih Jakarta Pusat
Telepon : (021) 4264126 - (021) 70081995 - (021) 31922005


Sumber:
http://ratnarespati.com/2008/09/10/seberapa-pentingkah-dha-dalam-susu/

Rating Kualitatif Acara TV Anak dan Remaja

Update Rating Kualitatif Acara TV Anak dan Remaja
Kategori: Umum

AMAN

No

Stasiun

Judul Acara

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum'at

Sabtu

Minggu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19
20

AnTV

AnTV

AnTV

AnTV

Trans

Trans7

Trans7

Trans7

Trans7

Trans7

Trans7

Trans7

Trans7

Trans7

TV G

TV G

TV G

TV G

TV G
TV G

Curious George

Land Before Time

Simba TheKing Lion

StarKids Ya Iyalah

Surat Sahabat

Bocah Petualang

Laptop Si Unyil

Jalan Sesama

Cita-Citaku

Dunia Air

Koki Cilik

Si Bolang Jalan-Jalan

Kisah Anak Nusantara

Bk. Harian Si Unyil

Chalkzone

Dora The Explorer

Backyardigans

Wonder Pets

Go Diego Go

Are You Smarter Than 5th Grader

06.30

07.00

07.30

08.00

12.30

13.00

13.30

14.00

05.00

07.00

07.30

08.00

08.30

06.30

07.00

07.30

08.00

12.30

13.00

13.30

14.00

17.30

05.00

07.00

07.30

08.00

08.30

06.30

07.00

07.30

08.00

12.30

13.00

13.30

14.00

05.00

07.00

07.30

08.00

08.30

06.30

07.00

07.30

08.00

12.30

13.00

13.30

14.00

14.30

15.00

05.00

07.00

07.30

08.00

08.30

06.30

07.00

07.30

08.00

12.30

13.00

13.30

14.00

14.30

15.00

05.00

07.00

08.00

08.30

06.30

07.00

07.30

08.00

12.30

13.00

09.00

07.30

05.30

19.00

06.30

07.00

07.30

08.00

08.00

05.30

12.30

13.00

07.30

05.30

HATI-HATI

No

Stasiun

Judul Acara

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum'at

Sabtu

Minggu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

RCTI

RCTI

TPI

IVM

TPI

IVM

IVM

IVM

IVM

IVM

Trans7

Trans7

Trans7

Trans7

TV G

TV G

AnTV

Casper's Scare School

Doraemon

Casper

Digimon Savers

Woody Woodpacker

Bakegyamon

Bakugan Battle Brawlers

Power Rangers

B-Damon

Ben 10

Scooby Doo

Scooby Doo Where Are You

Legion of Superheros

The Batman

Spongebob Squarepants

Avatar

Keroro

05.00

15.00

06.00

17.00

14.00

05.00

15.00

06.00

17.00

14.00

05.00

15.00

06.00

17.00

14.00

05.00

06.00

17.00

14.00

05.00

06.00

17.00

14.00

15.00

05.00

06.00

07.00

08.00

15.00

07.00

15.00

08.00

08.30

09.00

11.30

12.00

04.30

05.00

06.00

08.00












BAHAYA

No

Stasiun

Judul Acara

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jum'at

Sabtu

Minggu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

RCTI

TPI

TPI

AnTV

AnTV

AnTV

IVM

IVM

IVM

IVM

IVM

Trans7

Trans7

TV G

Crayon Shin-Chan

Tom & Jerry

Ronaldowati 2

Tom & Jerry Kids Show

Popeye Original

All New Popeye

Inuyasha

Dragon Ball Z

Blue Dragon

Naruto Shippuden

Bleach 2

Tom & Jerry Tales

Tom & Jerry Kids

Ren & Stimpy

06.30

19.00

06.00

13.00

14.30

05.30

14.30

06.30

19.00

06.00

13.00

05.30

14.30

06.30

19.00

06.00

13.00

05.30

14.30

06.30

19.00

06.00

13.00

05.30

06.30

19.00

06.00

13.00

05.30

18.00

06.00

09.00

05.30

08.30

08.30

18.00

06.00

08.30

06.30

09.30

10.00

10.30

11.00

(Kidia)

Alhamdulillah, anak-anak kalau di rumah nontonnya masih yang kategori yang aman, dan seringnya nonton yang di BabyTV ama Playhouse Disney. Si kakak juga udah bisa komentar kalau lihat tayangan yang gak bagus, "itu gak boleh ya ma"

Kamis, 13 Agustus 2009

Miss Sweety

Miss Sweety

Bahan:
45 gr cream cheese
2 sdm fruit cocktail
4 bh stroberi segar
2 sdm selai stroberi
2 btg chocolate stick

Cara Membuat:
1. Tuang adonan ke atas wajan teflon, buat tiga buah pancake berdiameter 12 cm. Diamkan selama satu menit.
2. Balikkan pancake, lalu biarkan lagi selama satu menit sampai matang dan kedua sisi berwarna kuning keemasan. Angkat.
3. Letakkan satu lembar pancake, tata fruit cocktail di atasnya, tutup dengan satu lembar pancake lagi.
4. Susun stroberi yang sudah dipotong-potong, tutup lagi dengan lembar ketiga pancake. Hiasi dengan cream cheese, saus stroberi, chocolate stick dan buah stroberi utuh.

Untuk 1 Porsi

Resep: Panecook Restoran, Puri Indah Blok A 3/3, Jakarta 11610. , Telp. (021) 5811466, 08568920999, website: www.panecook.com Foto: Adrianus Adrianto/ NOVA, Penata Saji : Theresia Firta Hapsari, Reporter: Erwin K.

Linknya di sini