Daisypath Anniversary Years Ticker
Lilypie Kids birthday TickerLilypie Kids birthday Ticker


Rabu, 09 Desember 2009

Fussili Marinara

Fussili Marinara

Bahan :
  • 300 g fussili atau makaroni bentuk lainnya, masak sesuai petunjuk, sisihkan, perciki minyak zaitun
  • 4 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 bawang bombay, cincang kasar
  • 1 sdm minyak goreng
  • 2 bh tomat merah, cincang kasar
  • 75 g fillet kakap, potong dadu 1 x 1 cm
  • 75 g cumi kupas, potong ring ½ cm, rebus sebentar agar empuk
  • 75 g udang kupas
  • 2 sdm saus tiram
  • 1 sdm saus tomat
  • 1 sdt saus sambal
  • 1 sdt merica bubuk
  • ½ sdt garam
  • 1 sdm gula pasir
Cara Membuat :
  1. Panaskan wajan, masukkan sekaligus bawang bombay, bawang putih, dan minyak goreng, tumis sampai wangi. Tambahkan tomat, teruskan mengaduk sampai airnya agak mengering.
  2. Masukkan ikan, cumi, dan udang sambil terus aduk sampai ikan dan udang berubah warna.
  3. Bumbui dengan saus tiram, saus tomat, saus sambal, merica bubuk, garam, dan gula pasir. Aduk rata, dan masak sampai bumbu meresap. Angkat, sisihkan.
  4. Tata fussili di atas piring saji, lalu siram dengan tumisan seafood.
Untuk 4 porsi

Sumber : Nakita No. 543/Th. XI/24-30 Agustus 2009

Catatatn : kalau untuk dedek gak pakai garam, gula, dan saus. Untuk saus tomat bisa dipakai saus tomat buatan sendiri

Tim Sayuran

Tim Sayuran

Bahan :
  • 4 bh telur, kocok lepas
  • 4 takar susu formula, larutkan ke dalam 100 ml air hangat (ganti dengan susu cair)
  • 2 sdt minyak sayur
  • 200 g sayuran campur, siap pakai (lebih baik pakai yang segar)
  • 4 bh jamur padi, iris halus
  • 1 sdt garam (secukupnya) [buat dedek gak pakai]
  • 1 sdt gula pasir (buat dedek gak pakai)
  • 1 btg daun bawang, iris halus
Cara Membuat :
  1. Campur semua bahan, aduk hingga rata.
  2. Masukkan ke dalam cetakan telur (khusus) [bisa juga pakai cetakan/wadah tahan panas]. Kukus hingga matang. Angkat.
  3. Sajikan dan hias sesuai selera hingga menarik selera makan anak.
Untuk 4 porsi

Sumber : Nakita No. 555/Th. XI/16-22 November 2009

Lapis Kabocha

Lapis Kabocha

Bahan :
  • 400 g labu kuning, kupas, iris tipis, rebus dengan sedikit air hingga lunak (bisa juga dikukus)
  • 1 sdm mentega
  • 1 sdm bawang bombay cincang
  • 1 sdm bawang putih, memarkan, cincang halus
  • 100 g daging ayam giling
  • 100 g bayam merah, haluskan
  • 300 ml susu cair (3 takar susu formula, larutkan dalam 300 ml air hangat)
  • 2 btr telur ayam, kocok lepas
  • 50 g keju, parut
  • ½ sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam (secukupnya) [buat dedek gak pakai]
Cara Membuat :
  1. Panaskan mentega, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu, masukkan daging ayam, tumis hingga berubah warna.
  2. Tuangkan susu, telur, keju, merica, bayam merah, dan garam, masak sejenak.
  3. Tata labu kuning dalam pinggan tahan panas, lapis dengan tumisan ayam, tambahkan adonan susu lagi, lapis dengan tumisan ayam, hingga yang paling atas adalam irisan labu kuning.
  4. Panggang hingga matang. Angkat. Sajikan selagi hangat.
Untuk 4 porsi

Sumber : Nakita No. 555/Th. XI/16-22 November 2009

Catatan : bisa juga dikukus

Puding Sayuran

Puding Sayuran

Bahan :
  • 100 g brokoli, cincang halus
  • 1 bh wortel, kupas, parut halus
  • 200 ml kaldu daging (bisa diganti dengan susu cair)
  • 2 lbr roti tawar
  • 2 btr telur, kocok lepas
  • ½ sdt garam (buat dedek gak pakai)
  • 4 sdm susu formula bubuk (gak pakai)
Cara membuat :
  1. Rendam roti tawar dalam kaldu (susu cair) hingga lunak.
  2. Campur semua bahan kecuali susu formula, aduk rata, taruh dalam pinggan tahan panas. Kemudian letakkan di wadah yang telah diisi air, panggang atau kukus hingga matang.
  3. Angkat, tambahkan susu formula, aduk rata.
Untuk 2 porsi

Sumber : Nakita No. 555/Th. XI/16-22 November 2009

Chawan Musi

Chawan Musi

Bahan :
  • 3 btr telur
  • ¼ sdt garam
  • ¼ sdt gula
  • 1 sdm kecap asin
  • 200 g daging ayam, rebus, potong dadu kecil
  • 100 g udang besar, biarkan utuh
  • 50 g jamur shitake, potong dua
  • 100 g polong kacang kedelai, rebus, ambil biji
Cara membuat :
  1. Kocok telur hingga kental, campur dengan garam, gula, dan kecap. Aduk rata.
  2. Taruh ayam, jamur, dan kacang kedelai dalam cawan tahan panas, tuangkan kocokan telur hingga penuh.
  3. Panaskan kukusan, taruh cawan-cawan tersebut dan kukus setengah matang. Tata udang di atasnya, teruskan mengukus hingga matang.
  4. Sajikan selagi hangat.
Untuk 4 porsi

Sumber : Nakita No. 558/Th. XI/7-13 Desember 2009

Catatan : Kalau buat dedek gak pakai garam, gula, dan kecap asin

Senin, 07 Desember 2009

6 Kebiasaan Tidak Perlu agar Kulit Wajah Mulus

Dari okezone.com

6 Kebiasaan Tidak Perlu Agar Kulit Wajah Mulus

Senin, 7 Desember 2009 - 17:02 wib
Foto: Corbis

SADARKAH Anda, perawatan kulit wajah yang selama ini dilakukan tak seratus persen membuat kulit wajah menjadi mulus? Meski semahal apapun dan dilakukan di salon ternama sekalipun.

Jika demikian, Anda sebaiknya melakukan perawatan kulit wajah secara alami dan menunjangnya dengan berbagai cara di luar perawatan itu sendiri. Sebut saja kebiasaan sehari-hari.

Kebiasaan sehari-hari akan membawa pengaruh pada kulit wajah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ahli dermatologis Mary P Lupo, MD dari New Orleans, Amerika, beberapa kebiasaan manusia dapat berpengaruh kulit wajah.

Kebiasaan-kebiasaan inilah yang semestinya Anda hindari bila menginginkan kulit wajah tetap mulus dan halus. Berikut beberapa kebiasaan yang mesti Anda hindari:

Kebiasaan Mengeksfoliasi

Menurut Mary P Lupo, MD, dermatologis dari New Orleans, Amerika, kebiasaan mengeksfoliasi kulit adalah salah satu kebiasaan yang semestinya perlu mendapat perhatian karena banyak orang yang tidak terlalu mengerti dan masih menganggap sepele akan hal ini.

Kebiasaan eksfoliasi merupakan kegiatan yang sering dilakukan manusia dengan tujuan untuk mengangkat lapisan kulit paling luar, atau pada lapisan epidermis. Pada kenyataannya, kebiasaan efoliasi terutama pada kulit wajah ini sering menggunakan butiran-butiran (scrubs) dari bahan yang keras.

Perlu Anda ketahui, butiran-butiran (scrub) dari bahan yang keras ini bisa merusak kulit wajah Anda. Saat ini, tak jarang produsen produk kecantikan memilih eksfoliator dari benda seperti kerang dihaluskan, kacang, atau biji-bijian.

Namun sayangnya, sampai saat ini butiran-butiran (scrub) ini terkadang masih terlalu kasar dan masih memiliki sudut-sudut yang tajam. Sudut ini yang pada akhirnya kerap menimbulkan luka di kulit.

Nah, mulai saat ini cobalah Anda perhatikan scrub yang Anda gunakan. Bila ternyata merusak kulit sebaiknya ganti dengan scrub yang kecil dan bundar.

Bila kulit Anda tergolong sensitif, menurut David Bank, MD, dermatologis dari Mt. Kisco, New York, Anda bisa gunakan eksfoliasi dari baking soda. Caranya mudah, cukup dengan mencampurkan baking soda secukupnya dan air hingga menjadi pasta. Kemudian gunakan sebagai scrub.

Berendam dengan Air Hangat

Merasa rileks, nyaman dan segar ketika berendam dalam air hangat tak jarang membuat Anda malas untuk beranjak dari kamar mandi. Dan Anda tak sadar bahwa tindakan yang dilakukan tersebut sebenarnya tak baik untuk kesehatan kulit.

Terlalu lama berada di air panas akan membuat lapisan lipid atau lapisan pengikat sel kulit yang menjaga agar tetap lembap, menjadi terkikis. Walaupun sebenarnya setelah beberapa jam kemudian lapisan lipid ini akan terbentuk kembali, namun perlu Anda tahu bahwa selama proses tersebut kelembapan tubuh akan hilang dalam jumlah yang cukup banyak.

Kondisi akan lebih buruk lagi, bila air yang Anda gunakan untuk berendam mengandung klorin. Kandungan klorin dalam air, bisa membuat kulit teriritasi dan kering. Jika kondisi tertentu mengharuskan Anda mandi dengan air hangat, usahakan tidak lebih dari 10 menit, agar kelembapan kulit tetap terjaga.

Memeriksa Mata

Memeriksakan mata sebaiknya memang rutin Anda lakukan, meskipun tak ada masalah. Normalnya minimal 2 tahun sekali Anda harus memeriksakan. Namun pada kenyataannya, orang memeriksakan mata ketika mengalami gejala tertentu sehubungan dengan penglihatan. Itupun bila gejalanya mengarah pada penyakit mata yang berat hingga berpotensi kebutaan. Dan banyak yang tidak menyadari, kebiasaan kecil sehubungan dengan berpotensi kebutaan.

Kebiasaan kecil sehubungan dengan pengelihatan seperti misalnya mengernyit karena Anda merasa kurang jelas, bisa berdampak buruk pada kulit wajah Anda. Kebiasaan mengernyit, akan menimbulkan gerakan otot yang berulang. Akibatnya menimbulkan kerutan atau garis halus sementara di antara alis dan bagian luar mata, dan bila kebiasaan ini sering dilakukan tak jarang kerutan menjadi permanen.

Menata Rambut

Kebiasaan ini sering kali dilakukan oleh kaum wanita di pagi hari. Nah, mulai saat sekarang sebaiknya ubah kebiasaan tak baik ini. Mengapa?

Karena secara tak disadari, produk-produk penata rambut yang Anda gunakan sebelum tidur (misal sampo) bisa menempel di anak-anak rambut yang ada di sekitar wajah. Alhasil, akan ada jerawat-jerawat di sekitar anak rambut dan pori-pori tersumbat akibat produk-produk penata rambut.

Sebaiknya, bila Anda menggunakan produk penata rambut, apapun itu, di malam hari, penataan rambut di pagi hari, Anda lakukan sebelum Anda mencuci wajah. Bila dirasa terlalu merepotkan, Anda bisa gunakan tisu basah khusus wajah untuk membersihkan wajah Anda sebelum menggunakan make-up.

Tidur Menyamping

Tak banyak orang tahu bahwa kebiasaan tidur miring akan berpengaruh pada keremajaan kulit wajah. Saat Anda tidur dengan posisi miring, gravitasi bumi bisa menyebabkan cairan menumpuk di bagian bawah mata, sehingga menyebabkan bawah mata bengkak. Dan jika ini terjadi setiap hari, akan terjadi kantung mata.

Orang yang memiliki kebiasaan tidur menyamping, cenderung memiliki kerutan. Selain itu, garis-garis yang terbentuk akibat kontak kulit wajah dengan sprai setiap harinya. Untuk hal ini, tentunya Anda juga harus memerhatikan jenis kain pada sprai yang terbuat dari sutera, karena sprai jenis ini jarang menggumpal saat digunakan dan tidak menimbulkan guratan pada wajah.

Makan Makanan Asin

Selain kebiasaan di atas, beberapa kebiasaan yang berhubungan dengan asupan juga perlu Anda hindari agar kulit tetap halus, di antaranya, kebiasaan mengonsumsi camilan asin, menurut murad, ahli kulit, sodium yang tentunya terkandung dalam camilan ini dapat mengangkat kelembaban kulit dan membuat kulit menjadi kering.

Selain camilan kering, satu lagi yang perlu dihindari adalah alkohol. Sama seperti sodium yang terdapat pada camilan asin, alkohol juga berpotensi menyebabkan kulit menjadi kering.(Genie/Genie/nsa)

Agar Sukses Saat Memerah ASI

Dari Kompas.com. Jadi ingat dulu waktu masih merah ASI. Awalnya sih pakai yang pompa elektrik karena waktu zaman si kakak dulu saya pakai yang manual waduh tangan jadi pegel dan sakitnya sampai sebulan lebih. Akhirnya yang waktu si dedek minta dibeliin sama si papa (alhamdulillah papa mau beliin - lumayan we harganya sekitar 700 ribuan. Setelah survey per telepon karena saya masih cuti melahirkan akhirnya diputuskan untuk beli di Yogya Departemen Store karena dengan harga segitu kalau pakai kartu member bisa diskon 10%). Tapi setelah dapat email yang metode marmet (merah pakai tangan) dan dicobain ternyata hasilnya lebih banyak dan gak usah repot mensterilkan pompa akhirnya pompanya nganggur. Sayang juga sih tapi ya gimana lagi ternyata lebih asyik merah pakai tangan. Tapi kapan itu pernah juga pakai yang pompa karena kadang enak juga sambil terkantuk-kantuk tapi tetep bisa merah ASI, he...he...he....). Ya, semoga ibu-ibu yang punya bayi bisa ngasih ASIX.

Agar Sukses Saat Memerah ASI

Senin, 7/12/2009 | 09:17 WIB

KOMPAS.com - Mengingat manfaatnya yang sungguh besar, kini banyak ibu yang bertekad memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Bahkan, niat ini tetap diteruskan ketika Anda harus kembali bekerja. Demi memenuhi hak bayi mendapatkan ASI, Anda rela memerah ASI, menyimpan, untuk kemudian diberikan kepada si kecil ketika Anda tak berada di sampingnya. Nah, agar Anda sukses memberikan ASI, berikut tip dan trik saat memerah ASI.

Persiapan memerah
* Cuci bersih kedua tangan Anda dengan benar dan menggunakan sabun.
* Usahakan rileks dan pilihlah tempat atau ruangan untuk memerah ASI yang tenang dan nyaman.
* Kompres payudara dengan air hangat. Gunakan handuk kecil, waslap, atau kain lembut lainnya.

Selanjutnya, lakukan metode massage, stroking dan shaking, yang disebut metode Marmet. Disebut metode Marmet, karena metode ini dikembangkan oleh Chele Marmet, seorang Lactation Consultant yang menjadi Direktur Lactation Institute di California. Tahapannya adalah sebagai berikut:

1. Massage
Gunakan dua jari, yaitu telunjuk dan jari tengah. Tangan kanan mengurut payudara kiri dan tangan kiri mengurut payudara kanan.
* Bila payudara besar, gunakan keempat jari.
* Dengan tekanan ringan, lakukan gerakan melingkar dari dasar payudara dengan gerakan spiral ke arah puting susu.

2. Stroke
* Dengan menggunakan jari-jari tangan, tekan-tekanlah payudara secara lembut. Dari dasar payudara ke arah puting susu dengan garis lurus, kemudian dilanjutkan secara bertahap ke seluruh bagian payudara.
* Dengan menggunakan sisir yang bergigi lebar dan berujung tumpul, "sisirlah" payudara secara lembut, dari dasar payudara ke arah puting susu.
* Dengan ujung jari, lakukan lagi stroke (gerakan memutar) dari dasar payudara ke arah puting susu.

3. Shake
Dengan posisi tubuh condong ke depan, kocok atau goyangkan payudara dengan lembut, biarkan daya tarik bumi meningkatkan stimulasi pengeluaran ASI.

Setelah metode ini dilakukan, maka proses memerah dengan tangan dapat dimulai dengan cara:

1. Meletakkan ibu jari di atas lingkaran payudara dan jari telunjuk serta jari tengah di bawah payudara, atau sekitar 2,5 - 3,8 cm di belakang puting susu sehingga membentuk huruf C. Mudahnya, anggaplah payudara sebagai jam, maka posisi atau arah ibu jari berada pada jam 12, dua jari lain berada di posisi jam 6. Ibu jari dan jari telunjuk serta jari tengah saling berhadapan. Jari-jari diletakkan sedemikian rupa sehingga "gudang" ASI berada di bawahnya.

2. Tekan lembut ke arah dada tanpa memindahkan posisi jari-jari tadi. Payudara yang besar dianjurkan untuk diangkat lebih dulu. Kemudian ditekan ke arah dada.

3. Buatlah gerakan menggulung (roll) dengan arah ibu jari dan jari-jari ke depan untuk memerah ASI keluar dari gudang ASI yang terdapat di bawah lingkaran payudara dan di belakang puting susu. Jangan menggesekkan ibu jari dan jari-jari pada kulit karena akan menimbulkan rasa sakit atau nyeri.

4. Ulangi gerakan-gerakan tersebut (1,2,3) sampai aliran ASI berkurang. Kemudian pindahkan lokasi ibu jari ke arah jam 11 dan jari-jari ke arah jam 5. Lakukan kembali gerakan memerah seperti tadi.

5. Lakukan pada kedua payudara secara bergantian. Begitu tampak ASI memancar dari puting susu, itu berarti gerakan tersebut sudah benar dan berhasil menekan gudang ASI. Jangan lupa untuk meletakkan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperah.

Seluruh prosedur persiapan dan pemerahan dengan tangan membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit. Namun, catatan waktu ini hanyalah patokan saja. Bila pasokan ASI sudah baik atau banyak, patokan tersebut dapat diabaikan karena patokan waktu ini bermanfaat bila ASI hanya keluar sedikit atau bahkan belum keluar sama sekali. Yang justru harus diperhatikan adalah aliran ASI. Bila mulai berkurang alirannya segera ganti dengan memerah payudara berikutnya.




Editor: din