Ngantuk berat nih. Tadi dinihari masak buat dedek sekalian buat yang gede juga. Tapi karena dedeknya bangun, jadinya selesainya agak lama. Tadi sih bikin pepes ikan sama sup jagung ayam. Terus buat yang gedenya bikin ayam bumbu bacem. Tadi sih akhirnya cuma bikin bumbu bacemnya aja karena udah ngantuk, gak pa pa ntar si mbak aja yang ngelanjutin, tinggal masukin bahan-bahannya aja. Ntar dishare deh resepnya.
Kamis, 20 Agustus 2009
Berangkat Bareng
Alhamdulillah, tadi pagi berangkat bareng si papa karena ada acara di kantor saya. Jadinya berangkat bareng deh. Kemarin sih bilang mau bawa mobil, tapi setelah dipikir-pikir sepertinya lebih praktis bawa motor aja, seperti biasa. Berhubung bareng jadinya tadi saya bawa tas dedek yang besar, sekalian bawa stok baju, diapers, susu, handuk sama sarung bantal guling. Alhamdulillah tadi di jalan lancar, ternyata anak sekolah udah pada libur. Jadinya tadi nyampai di kantor pukul 06.30 WIB. Habis absen langsung diantar lagi sama si papa ke TPA-nya dedek.
Di dekat TPA kan suka ada tukang sayur langganan yang jualan di pinggir jalan. Bilang ke si papa, mama mau beli sayur dulu di situ, eh malah langsung ditinggal di situ, gak diantar sampai ke TPA. Untung sudah dekat, gimana kalau jauh, mana bawa tas besar gitu. Tapi ya gak pa pa deh, lumayan jadi bisa agak lama tadi main sama dedek di TPA.
Di dekat TPA kan suka ada tukang sayur langganan yang jualan di pinggir jalan. Bilang ke si papa, mama mau beli sayur dulu di situ, eh malah langsung ditinggal di situ, gak diantar sampai ke TPA. Untung sudah dekat, gimana kalau jauh, mana bawa tas besar gitu. Tapi ya gak pa pa deh, lumayan jadi bisa agak lama tadi main sama dedek di TPA.
Rabu, 19 Agustus 2009
ASI, Langkah Nyata ibu untuk Indonesia yang Lebih Baik
Barusan ada yang share note di bawah ini, memang ASI is the best. Semoga semakin banyak ibu yang menyusui anaknya (dan para bapak yang memberikan dukungan untuk itu)
ASI, Langkah Nyata Ibu untuk Indonesia yang Lebih Baik.
ASI, Langkah Nyata Ibu untuk Indonesia yang Lebih Baik.
15 Agustus 2009, tepat 21 bulan saya menyusui secara ekslusif (tanpa susu tambahan) anak perempuan saya Maleeka Kendra Adhitia atau yang biasa dipanggil Kenken. Pagi itu juga, dengan perasaan bungah saya menulis di Twitter:
Full of Joy! Today I've been 21 months breast feeding Kenken and insya Allah will continue until she is 30 months as mentioned on Qur'an. Amien.
Tak berapa lama kemudian, sejumlah ucapan selamat berdatangan dari follower Twitter saya. Tak hanya dari Indonesia, tapi juga dari Swedia, Tehran, hingga Amerika. Twitt saya juga di ReTweet atau di forward oleh sejumlah follower saya di dalam mau pun luar negeri.
Tak hanya di Twitter, melalui tulisan ini saya juga ingin berbagi secara lengkap pengetahuan tentang ASI yang sangat baik dikonsumsi anak meski sudah diatas 1 tahun dan problem yang sering dialami para ibu baru. Juga, pengalaman pribadi saya yang sempat mengalami depresi di awal bulan menyusui yang hampir berujung pada keputusan berhenti menyusui sama sekali.
Semoga, sharing saya bisa memotivasi para ibu agar menyusui anak hingga 2 tahun. Langkah nyata yang semua ibu bisa lakukan, untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
Bagi yang membaca notes ini, silahkan share ke keluarga atau lingkungan agar semakin banyak anak Indonesia yang sehat dan cerdas.
****
Hanya 1 dari 1000 wanita di dunia yang tidak bisa menyusui, selebihnya adalah masalah mental, begitu kata dr Utami, pakar ASI Indonesia. Couldn’t agree more.
Menyusui pertama kali bukanlah hal yang mudah, terutama bagi ibu baru. Hal yang sama juga terjadi pada saya. Tak hanya sakit yang luar biasa karena payudara bengkak dan puting lecet, bahkan saya dulu mengalami depresi mental karena menjadi ibu baru.
Muka pucat, keringat luar biasa banyak, badan sering amis karena ASI terus mengucur deras meski sudah diperas, kurang tidur, perasaan minder karena merasa gendut dan jelek adalah beberapa list penderitaan saya waktu itu.
Saya juga tersiksa dengan penampilan saya di rumah yang saat itu 'menuntut' saya memakai pakaian yang nyaman untuk menyusui yaitu DASTER! Dulu saya membenci daster, karena buat saya meski dirumah saya harus tetap wangi dan berpenampilan menarik. Daster dan bau amis ASI adalah kombinasi sempurna untuk meruntuhkan mood saya :)
Semua situasi di atas, diperburuk dengan sikap sok idealis saya sebagai ibu baru yang ingin menangani semua kebutuhan anaknya sendiri padahal tenaganya terbatas. Bekas operasi caesar saya beberapa kali nyeri luar biasa karena saya terlalu capek beraktifitas.
Diantara sejumlah hal di atas, yang paling membuat saya gampang stress adalah semua yang terkait langsung dengan anak. Belum bisa mandiin anak, stress. Belum bisa menenangkan anak nangis, stress. Belum bisa gendong bener, stress. Dan yang paling buruk adalah, belum munculnya bonding dengan anak yang membuat saya merasa bukan ibu yang baik.
Akibatnya, 3 minggu setelah melahirkan saya harus dibawa ke UGD jam 1 pagi dini hari karena maag akut .
Dalam situasi tertekan karena fisik dan mental yang ngga sehat, saat itu saya sempat berpikir untuk berhenti menyusui … sebuah pemikiran yang akan saya sesali sepanjang hidup seandainya benar terjadi.
Bagaimana saya melewati itu semua?
Kuncinya ada pada peran suami. Suami memegang peran besar dalam keberhasilan ibu menyusui, terutama ibu yang cranky seperti saya heheheh…
But seriously, menyusui bukan hanya tugas ibu tapi juga bapak. Ibu yang dalam kondisi depresi, akan menjadi cepat sehat kembali jika suami bisa memberikan rasa nyaman, support dan pengertian.
Saya bisa melewati masa buruk berkat dukungan suami tercinta, Adhitia Sofyan. Tak hanya selalu siap dengan makanan sehat untuk saya, Adhit juga tanpa lelah menemani saya begadang ngurus anak, membaca buku ini itu, google ini itu dan telepon ke sejumlah dokter untuk mencari solusi agar saya berkurang depresinya.
Adhit juga selalu berulang ulang meyakinkan saya kalau penampilan saya baik baik saja dan normal untuk ibu yang baru melahirkan. ‘Mimi tetap cantik, ngga berubah. Soal gendut, ntar juga ilang…” begitu katanya tiap kali saya mengeluhkan penampilan yang menurut saya gendut, jelek dan bau amis :)
Apakah aktifitas saya terganggu karena menyusui?
Sampai hari ini saya masih menyusui Ken ken paling tidak 10 kali sehari. Tiap malam saya terbangun sekitar 6 kali karena Ken Ken tidak berhenti menyusu meski tidur malam. Saya masih bekerja 14 jam sehari. Saya masih bisa jadi pembicara di banyak seminar.
Saya dengan sadar mengurangi waktu kumpul-kumpul teman di malam hari demi menyusui dan mengeloni Ken ken. Saya insya Allah tidak merasa kerepotan harus mengajak Ken Ken kemanapun saya pergi. Alhamdulillah, when we love what we do dan kita punya cita-cita besar dibelakangnya, segala hal menjadi lebih mudah...
Mengapa saya terus menyusui meski Kenken sudah hampir 2 tahun?
Selama ini, banyak ibu yang memutuskan berhenti menyusui setelah anak usia 6 bulan atau 1 tahun. Padahal walaupun sudah tidak menjadi makanan utama bagi bayi di tahun ke-2, ASI tetaplah yang terbaik di antara seribu satu susu formula.
UNICEF merekomendasikan selain pemberian makanan bergizi seimbang dan imunisasi, bayi usia 12-24 bulan disusui sesering mungkin. Tentu ada alasan kuat kenapa para ibu diimbau untuk menyusui bayinya memasuki tahun kedua.
1. ASI di tahun kedua kandungan faktor imunitasnya meningkat
Penelitian menyebutkan zat antibodi tersedia dalam jumlah besar pada ASI selama masa menyusui. Tapi ternyata sebagian faktor kekebalan dalam ASI konsentrasinya meningkat selama tahun kedua dan selama proses penyapihan (weaning).
2. Pemberian ASI setelah bayi 6 bulan cegah risiko alergi dan asma
Salah satu cara terbaik mencegah alergi dan asma adalah menyusui eksklusif selama enam bulan dan meneruskannya hingga si kecil berusia 2 tahun. Memperpanjang pemberian ASI berarti menunda selama mungkin bayi bersinggungan dengan zat penyebab alergi. ASI sendiri membantu mempercepat pematangan lapisan pelindung dalam usus bayi, melapisi usus bayi dan menghalangi masuknya molekul penyebab alergi ke dalam darah bayi serta memberi perlindungan antiradang sehingga menekan risiko infeksi pemicu alergi
3. ASI perkecil risiko sakit anak usia 16-30 bulan
American Academy of Family Physicians melihat anak-anak yang disapih sebelum usia dua tahun meningkat risikonya (AAFP 2001). Penelitian lain menyebutkan anak usia 16-30 bulan yang disusui lebih jarang sakit, kalaupun sakit maka sakitnya lebih singkat dibanding anak sebaya yang tidak disusui
4. ASI dibutuhkan anak yang sakit
UNICEF merekomendasikan anak di bawah tiga tahun yang sakit agar diberi ASI, karena ASI merupakan makanan bergizi yang paling mudah dicerna saat si kecil kehilangan nafsu makan
5. ASI di tahun kedua lebih kaya nutrisi
Penelitian dr. Dror Mandel, dkk, menyatakan ASI dari ibu yang menyusui lebih dari satu tahun kandungan lemak dan energinya meningkat dibanding ASI dari ibu yang menyusui lebih singkat
6. ASI di tahun kedua sumber lemak dan vitamin A tak tergantikan
Berdasar penelitian Adelheid W. Onyango dkk menyimpulkan ASI merupakan sumber lemak dan vitamin A yang tak tergantikan oleh makanan sapihan apapun
Pada tahun kedua (12-23 bulan) setiap 448 ml ASI memenuhi kebutuhan anak :
* 29% dari kebutuhan energinya
* 43% dari kebutuhan proteinnya
* 36% dari kebutuhan kalsiumnya
* 75% dari kebutuhan vitamin A
* 76% dari kebutuhan folatnya
* 94% dari kebutuhan vitamin B-12
* 60% dari kebutuhan vitamin C
Mitos seputar menyusui
1. Stres Menyebabkan ASI kering
Memang benar bahwa stres dapat menyebabkan terhentinya aliran ASI, namun hal tersebut hanya bersifat sementara. Banyak ibu-ibu yang mengaku tidak bisa memberikan ASI karena stres atau emosinya sedang bergejolak, terutama mereka yang mengalami bencana.
Padahal jika seorang ibu tidak bisa mengeluarkan ASI, hal yang justru harus dilakukan ibu adalah tetap menyusu. Ketika seorang anak menyusu pada ibunya, aliran darah ibu akan lancar dan hormon anti stres (oxcytoxin) akan dikeluarkan sehingga dapat meredakan ketegangan dan stres ibu yang akhirnya mendorong produksi ASI berjalan normal kembali.
2. Puting Susu Masuk Ke Dalam Tidak Bisa Menyusui
Siapa bilang ibu yang puting susunya masuk tidak bisa menyusui? anggapan ini benar-benar harus dihilangkan. Masyarakat terutama para ibu harus tahu bahwa anak menyusui bukan pada putingnya, tapi pada payudara si ibu.Masalah puting susu hanyalah masalah pede saja
Puting susu hanya sebuah marker saja yang terletak pada payudara ibu. Masalahnya, masyarakat menduga bahwa ASI dikeluarkan dengan cara disedot dari puting. Yang sebenarnya terjadi adalah, ASI keluar dengan cara diperah, bukan pada putingnya tapi pada area yang berwarna hitam.
3. Ibu Dengan Gizi Kurang Tidak Mampu Menyusui
Mitos ini tidak sepenuhnya benar. Hanya ibu dengan keadaan gizi yang sangat buruk yang tidak dapat memproduksi ASI cukup. Namun pada ibu yang memang tidak terlalu sehat, semakin sering disusukan produksi ASI justru akan semakin baik. Isapan bayi justru dapat merangsang saraf otak untuk terus memproduksi hormon yang bertugas mengeluarkan ASI, Namun ibu menyusui harus tetap mendapatkan makanan tambahan pula agar dapat menyusui dengan baik.
4. Bila Menyusui Terhenti Tidak Dapat Menyusui Kembali
Jangan salah, menyusui kembali setelah terhenti sementara dapat dilakukan. Teknik yang dilakukan disebut dengan teknik relaktasi. ASI yang sudah lama tidak diproduksi dapat dirangsang kembali meskipun sudah lama tidak menyusui. ASI tidak akan pernah basi, jika tidak dikeluarkan maka tubuh akan menyerapnya kembali, dan ketika dibutuhkan maka akan keluar lagi. Teknik relaktasi ini akan membantu para ibu agar dapat menyusui kembali dengan menggunakan modifikasi alat bantu menyusui.
5. Ibu Yang Sedang Sakit Dapat Menularkan Sakitnya Melalui ASI
Jangan pernah punya anggapan seperti ini, kecuali Anda yang punya penyakit berat seperti HIV atau hepatitis. Seorang ibu yang sedang sakit, contohnya flu tidak akan menularkan sakitnya pada si anak karena dalam ASi sendiri terkandung antibodi yang merupakan inhibitor untuk virus atau bakteri.
6. Bayi Sedang Diare Perlu Cairan Tambahan Seperti Air dan Teh
Bayi yang diare tidak perlu diberi cairan lain karena ASI mengandung 90 persen cairan yang dibutuhkan untuk bayi. Pemberian cairan lain bisa berbahaya karena dalam keadaan darurat seringkali terkontaminasi yang justru dapat memperparah diarenya.
Jika sudah tahu bahwa mitos-mitos itu salah, tidak ada alasan lagi bagi ibu untuk tidak memberikan ASI karena ASI adalah satu-satunya makanan terbaik, sempurna, bersih, aman, gratis, tersedia setiap saat, dan yang paling penting yaitu dapat menguatkan kasih sayang ibu dan bayi.
*data dirangkum dari berbagai sumber.
***
Last but not least, let's make a better Indonesia by breastfeeding our baby. Its easy, its cheap and all moms can do!
Selamat Menikmnati dan mengisi Hari Kemerdekaan dengan hal nyata yang insya Allah semua ibu bisa lakukan. Amien.
Follow my Twitter http://twitter.com/iimfahima
Full of Joy! Today I've been 21 months breast feeding Kenken and insya Allah will continue until she is 30 months as mentioned on Qur'an. Amien.
Tak berapa lama kemudian, sejumlah ucapan selamat berdatangan dari follower Twitter saya. Tak hanya dari Indonesia, tapi juga dari Swedia, Tehran, hingga Amerika. Twitt saya juga di ReTweet atau di forward oleh sejumlah follower saya di dalam mau pun luar negeri.
Tak hanya di Twitter, melalui tulisan ini saya juga ingin berbagi secara lengkap pengetahuan tentang ASI yang sangat baik dikonsumsi anak meski sudah diatas 1 tahun dan problem yang sering dialami para ibu baru. Juga, pengalaman pribadi saya yang sempat mengalami depresi di awal bulan menyusui yang hampir berujung pada keputusan berhenti menyusui sama sekali.
Semoga, sharing saya bisa memotivasi para ibu agar menyusui anak hingga 2 tahun. Langkah nyata yang semua ibu bisa lakukan, untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
Bagi yang membaca notes ini, silahkan share ke keluarga atau lingkungan agar semakin banyak anak Indonesia yang sehat dan cerdas.
****
Hanya 1 dari 1000 wanita di dunia yang tidak bisa menyusui, selebihnya adalah masalah mental, begitu kata dr Utami, pakar ASI Indonesia. Couldn’t agree more.
Menyusui pertama kali bukanlah hal yang mudah, terutama bagi ibu baru. Hal yang sama juga terjadi pada saya. Tak hanya sakit yang luar biasa karena payudara bengkak dan puting lecet, bahkan saya dulu mengalami depresi mental karena menjadi ibu baru.
Muka pucat, keringat luar biasa banyak, badan sering amis karena ASI terus mengucur deras meski sudah diperas, kurang tidur, perasaan minder karena merasa gendut dan jelek adalah beberapa list penderitaan saya waktu itu.
Saya juga tersiksa dengan penampilan saya di rumah yang saat itu 'menuntut' saya memakai pakaian yang nyaman untuk menyusui yaitu DASTER! Dulu saya membenci daster, karena buat saya meski dirumah saya harus tetap wangi dan berpenampilan menarik. Daster dan bau amis ASI adalah kombinasi sempurna untuk meruntuhkan mood saya :)
Semua situasi di atas, diperburuk dengan sikap sok idealis saya sebagai ibu baru yang ingin menangani semua kebutuhan anaknya sendiri padahal tenaganya terbatas. Bekas operasi caesar saya beberapa kali nyeri luar biasa karena saya terlalu capek beraktifitas.
Diantara sejumlah hal di atas, yang paling membuat saya gampang stress adalah semua yang terkait langsung dengan anak. Belum bisa mandiin anak, stress. Belum bisa menenangkan anak nangis, stress. Belum bisa gendong bener, stress. Dan yang paling buruk adalah, belum munculnya bonding dengan anak yang membuat saya merasa bukan ibu yang baik.
Akibatnya, 3 minggu setelah melahirkan saya harus dibawa ke UGD jam 1 pagi dini hari karena maag akut .
Dalam situasi tertekan karena fisik dan mental yang ngga sehat, saat itu saya sempat berpikir untuk berhenti menyusui … sebuah pemikiran yang akan saya sesali sepanjang hidup seandainya benar terjadi.
Bagaimana saya melewati itu semua?
Kuncinya ada pada peran suami. Suami memegang peran besar dalam keberhasilan ibu menyusui, terutama ibu yang cranky seperti saya heheheh…
But seriously, menyusui bukan hanya tugas ibu tapi juga bapak. Ibu yang dalam kondisi depresi, akan menjadi cepat sehat kembali jika suami bisa memberikan rasa nyaman, support dan pengertian.
Saya bisa melewati masa buruk berkat dukungan suami tercinta, Adhitia Sofyan. Tak hanya selalu siap dengan makanan sehat untuk saya, Adhit juga tanpa lelah menemani saya begadang ngurus anak, membaca buku ini itu, google ini itu dan telepon ke sejumlah dokter untuk mencari solusi agar saya berkurang depresinya.
Adhit juga selalu berulang ulang meyakinkan saya kalau penampilan saya baik baik saja dan normal untuk ibu yang baru melahirkan. ‘Mimi tetap cantik, ngga berubah. Soal gendut, ntar juga ilang…” begitu katanya tiap kali saya mengeluhkan penampilan yang menurut saya gendut, jelek dan bau amis :)
Apakah aktifitas saya terganggu karena menyusui?
Sampai hari ini saya masih menyusui Ken ken paling tidak 10 kali sehari. Tiap malam saya terbangun sekitar 6 kali karena Ken Ken tidak berhenti menyusu meski tidur malam. Saya masih bekerja 14 jam sehari. Saya masih bisa jadi pembicara di banyak seminar.
Saya dengan sadar mengurangi waktu kumpul-kumpul teman di malam hari demi menyusui dan mengeloni Ken ken. Saya insya Allah tidak merasa kerepotan harus mengajak Ken Ken kemanapun saya pergi. Alhamdulillah, when we love what we do dan kita punya cita-cita besar dibelakangnya, segala hal menjadi lebih mudah...
Mengapa saya terus menyusui meski Kenken sudah hampir 2 tahun?
Selama ini, banyak ibu yang memutuskan berhenti menyusui setelah anak usia 6 bulan atau 1 tahun. Padahal walaupun sudah tidak menjadi makanan utama bagi bayi di tahun ke-2, ASI tetaplah yang terbaik di antara seribu satu susu formula.
UNICEF merekomendasikan selain pemberian makanan bergizi seimbang dan imunisasi, bayi usia 12-24 bulan disusui sesering mungkin. Tentu ada alasan kuat kenapa para ibu diimbau untuk menyusui bayinya memasuki tahun kedua.
1. ASI di tahun kedua kandungan faktor imunitasnya meningkat
Penelitian menyebutkan zat antibodi tersedia dalam jumlah besar pada ASI selama masa menyusui. Tapi ternyata sebagian faktor kekebalan dalam ASI konsentrasinya meningkat selama tahun kedua dan selama proses penyapihan (weaning).
2. Pemberian ASI setelah bayi 6 bulan cegah risiko alergi dan asma
Salah satu cara terbaik mencegah alergi dan asma adalah menyusui eksklusif selama enam bulan dan meneruskannya hingga si kecil berusia 2 tahun. Memperpanjang pemberian ASI berarti menunda selama mungkin bayi bersinggungan dengan zat penyebab alergi. ASI sendiri membantu mempercepat pematangan lapisan pelindung dalam usus bayi, melapisi usus bayi dan menghalangi masuknya molekul penyebab alergi ke dalam darah bayi serta memberi perlindungan antiradang sehingga menekan risiko infeksi pemicu alergi
3. ASI perkecil risiko sakit anak usia 16-30 bulan
American Academy of Family Physicians melihat anak-anak yang disapih sebelum usia dua tahun meningkat risikonya (AAFP 2001). Penelitian lain menyebutkan anak usia 16-30 bulan yang disusui lebih jarang sakit, kalaupun sakit maka sakitnya lebih singkat dibanding anak sebaya yang tidak disusui
4. ASI dibutuhkan anak yang sakit
UNICEF merekomendasikan anak di bawah tiga tahun yang sakit agar diberi ASI, karena ASI merupakan makanan bergizi yang paling mudah dicerna saat si kecil kehilangan nafsu makan
5. ASI di tahun kedua lebih kaya nutrisi
Penelitian dr. Dror Mandel, dkk, menyatakan ASI dari ibu yang menyusui lebih dari satu tahun kandungan lemak dan energinya meningkat dibanding ASI dari ibu yang menyusui lebih singkat
6. ASI di tahun kedua sumber lemak dan vitamin A tak tergantikan
Berdasar penelitian Adelheid W. Onyango dkk menyimpulkan ASI merupakan sumber lemak dan vitamin A yang tak tergantikan oleh makanan sapihan apapun
Pada tahun kedua (12-23 bulan) setiap 448 ml ASI memenuhi kebutuhan anak :
* 29% dari kebutuhan energinya
* 43% dari kebutuhan proteinnya
* 36% dari kebutuhan kalsiumnya
* 75% dari kebutuhan vitamin A
* 76% dari kebutuhan folatnya
* 94% dari kebutuhan vitamin B-12
* 60% dari kebutuhan vitamin C
Mitos seputar menyusui
1. Stres Menyebabkan ASI kering
Memang benar bahwa stres dapat menyebabkan terhentinya aliran ASI, namun hal tersebut hanya bersifat sementara. Banyak ibu-ibu yang mengaku tidak bisa memberikan ASI karena stres atau emosinya sedang bergejolak, terutama mereka yang mengalami bencana.
Padahal jika seorang ibu tidak bisa mengeluarkan ASI, hal yang justru harus dilakukan ibu adalah tetap menyusu. Ketika seorang anak menyusu pada ibunya, aliran darah ibu akan lancar dan hormon anti stres (oxcytoxin) akan dikeluarkan sehingga dapat meredakan ketegangan dan stres ibu yang akhirnya mendorong produksi ASI berjalan normal kembali.
2. Puting Susu Masuk Ke Dalam Tidak Bisa Menyusui
Siapa bilang ibu yang puting susunya masuk tidak bisa menyusui? anggapan ini benar-benar harus dihilangkan. Masyarakat terutama para ibu harus tahu bahwa anak menyusui bukan pada putingnya, tapi pada payudara si ibu.Masalah puting susu hanyalah masalah pede saja
Puting susu hanya sebuah marker saja yang terletak pada payudara ibu. Masalahnya, masyarakat menduga bahwa ASI dikeluarkan dengan cara disedot dari puting. Yang sebenarnya terjadi adalah, ASI keluar dengan cara diperah, bukan pada putingnya tapi pada area yang berwarna hitam.
3. Ibu Dengan Gizi Kurang Tidak Mampu Menyusui
Mitos ini tidak sepenuhnya benar. Hanya ibu dengan keadaan gizi yang sangat buruk yang tidak dapat memproduksi ASI cukup. Namun pada ibu yang memang tidak terlalu sehat, semakin sering disusukan produksi ASI justru akan semakin baik. Isapan bayi justru dapat merangsang saraf otak untuk terus memproduksi hormon yang bertugas mengeluarkan ASI, Namun ibu menyusui harus tetap mendapatkan makanan tambahan pula agar dapat menyusui dengan baik.
4. Bila Menyusui Terhenti Tidak Dapat Menyusui Kembali
Jangan salah, menyusui kembali setelah terhenti sementara dapat dilakukan. Teknik yang dilakukan disebut dengan teknik relaktasi. ASI yang sudah lama tidak diproduksi dapat dirangsang kembali meskipun sudah lama tidak menyusui. ASI tidak akan pernah basi, jika tidak dikeluarkan maka tubuh akan menyerapnya kembali, dan ketika dibutuhkan maka akan keluar lagi. Teknik relaktasi ini akan membantu para ibu agar dapat menyusui kembali dengan menggunakan modifikasi alat bantu menyusui.
5. Ibu Yang Sedang Sakit Dapat Menularkan Sakitnya Melalui ASI
Jangan pernah punya anggapan seperti ini, kecuali Anda yang punya penyakit berat seperti HIV atau hepatitis. Seorang ibu yang sedang sakit, contohnya flu tidak akan menularkan sakitnya pada si anak karena dalam ASi sendiri terkandung antibodi yang merupakan inhibitor untuk virus atau bakteri.
6. Bayi Sedang Diare Perlu Cairan Tambahan Seperti Air dan Teh
Bayi yang diare tidak perlu diberi cairan lain karena ASI mengandung 90 persen cairan yang dibutuhkan untuk bayi. Pemberian cairan lain bisa berbahaya karena dalam keadaan darurat seringkali terkontaminasi yang justru dapat memperparah diarenya.
Jika sudah tahu bahwa mitos-mitos itu salah, tidak ada alasan lagi bagi ibu untuk tidak memberikan ASI karena ASI adalah satu-satunya makanan terbaik, sempurna, bersih, aman, gratis, tersedia setiap saat, dan yang paling penting yaitu dapat menguatkan kasih sayang ibu dan bayi.
*data dirangkum dari berbagai sumber.
***
Last but not least, let's make a better Indonesia by breastfeeding our baby. Its easy, its cheap and all moms can do!
Selamat Menikmnati dan mengisi Hari Kemerdekaan dengan hal nyata yang insya Allah semua ibu bisa lakukan. Amien.
Follow my Twitter http://twitter.com/iimfahi
Pulang kemarin sore
Alhamdulillah, kemarin pas pulang diberi kemudahan dan kelancaran. Kemarin kan saya puasa, lemes banget, tapi harus kuat, tinggal beberapa menit lagi bukanya. Ya udah pulang seperti biasa jalan kaki dulu ke belakang Hotel Preanger, terus naik angkot jurusan St. Hall-Gede Bage terus turun di perempatan Naripan-Sunda. Habis itu lanjut naik angkot jurusan Kalapa-Dago, alhamdulillah, meski cuma beberapa orang angkotnya gak ngetem, langsung berangkat. Sampai di dekat SMA 5 Bandung biasanya belok kiri, tuh angkot lurus aja, alhamdulillah kata saya. Terus sampai di perempatan BIP, gak seperti biasanya macet, kali ini lancar dan gak kena lampu merah. Uhui, langsung jalan deh, terus gak pakai ngetem lagi di Jalan Juanda/Dago. Terakhir naik angkot jurusan Dago-Caringin, alhamdulillah mungkin karena macet di Jalan Layang Pasupati dan Gasibu, angkotnya belok kiri terus lewat jalan yang dekat Telkom Japati, terus lewat di depan Telkom Japati. Uhui lagi. Alhamdulillah, langsung saja saya turun di depan Telkom Japati, jadinya gak terlalu jauh jalannya. Terima kasih ya Allah. Jadinya saya gak terlaku lemas.
Sampai di TPA ternyata masih pukul 17.33 WIB. Eh giliran saya njemputnya awal kok ya si dedek Azzah lagi bobok. Ya udah ditungguin dulu sampai bangun, kasihan kalau dibangunin. Nyenyak banget kelihatannya. Si papa nelpon udah di depan. Saya bilang aja kalau dedek Azzah masih bobok, ya udah ditungguin aja sampai dedek bangun. Setelah habis Maghrib baru deh si dedek bangun. Langsung saja saya pakaiin jilbab, jaket sama celanan panjangnya. Dedek yang biasanya ogah-ogahan kalau dipakaiin itu kemarin enjoy aja, mungkin masih belum sadar benar ya, he....he....he.... Ya udah pamitan sama dedek Qila dan mamanya yang masih ada di TPA, kami duluan ya, dadah........
Sampai di TPA ternyata masih pukul 17.33 WIB. Eh giliran saya njemputnya awal kok ya si dedek Azzah lagi bobok. Ya udah ditungguin dulu sampai bangun, kasihan kalau dibangunin. Nyenyak banget kelihatannya. Si papa nelpon udah di depan. Saya bilang aja kalau dedek Azzah masih bobok, ya udah ditungguin aja sampai dedek bangun. Setelah habis Maghrib baru deh si dedek bangun. Langsung saja saya pakaiin jilbab, jaket sama celanan panjangnya. Dedek yang biasanya ogah-ogahan kalau dipakaiin itu kemarin enjoy aja, mungkin masih belum sadar benar ya, he....he....he.... Ya udah pamitan sama dedek Qila dan mamanya yang masih ada di TPA, kami duluan ya, dadah........
Nombok Lagi
Waduh, lagi-lagi si papa harus nombok. Biasa buat kegiatan olahraga. Ya emang harus gitu sih. Kalau gak ada yang nombokin dulu ya gak jalan-jalan. Si papa juga malas nagihin ke orang-orang sih, jadinya malah ditagih ama orang, dikiranya malah menghindar gak mau bayar. Ya udah terpaksa deh nalangin dulu. Semoga sih ntar diganti, tapi kalau gak diganti ya anggap aja amal ya pa, he...he....he....
Ramadhan 1430 H
Barusan dapat link ini, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga kita kembali fitrah. Amin.
Gak Telat Lagi
Aduh, tadi pagi udah buru-buru aja, soalnya bangunnya kesiangan. Ya udah buru-buru bangun, mandi, mandiin dedek, sholat, ganti baju, berangkat. Mana pakai acara ketinggalan hp segala, jadinya balik lagi buat ngambil hp. Begitu nyampai di terminal Cicaheum, lihat ada bus kota, ya udah insya Allah gak telat nih, pikir saya. Setelah berhenti di tempat biasa saya nunggu bus, ternyata waktu saya nyegat bus itu, busnya gak mau berhenti. Aduh, saya jadi kalang kabut, gimana nih, mana udah siang, masak harus nunggu bus lagi. Kalau sebentar sih gak pa pa, kalau lama, waduh, alamat telat nih. Saya tengak-tengok kiri kanan, siapa tahu ada taxi, kok ya tumben-tumbenan gak ada satu pun yang lewat. Waduh saya sudah gelisah banget. Jangan deh, jangan sampai telat. Kan lumayan tuh potongannya kalau telat. Bisa buat beli susunya dedek, he...he...he....
Akhirnya ada bus yang lewat. Kali ini bus jurusan Cibiru-Leuwipanjang. Kalau yang bus dari Cibiru ini memang pasti penuh dan pasti berdiri. Tapi gak pa pa deh daripada telat. Eh ternyata busnya gak mau berhenti. Aduh, saya semakin gelisah saja. Tapi alhamdulillah, ternyata di belakangnya ada bus jurusan Cicaheum-Cibeureum. Yes, thanks God. Akhirnya saya naik bus itu. Busnya udah agak penuh, tapi masih dapat tempat duduk. Lihat ke jam di depan, ternyata udah pukul 06.46 WIB. Insya Allah masih bisa ngejar absen. Sempat agak macet di depan Pasar Cicadas - dan saya berdoa semoga tidak telat- tapi akhirnya bisa lolos. Sampai di Kiaracondong dan Jalan Jakarta banyak penumpang yang naik, akhirnya busnya jadi penuh.
Gak tahu kenapa tadi tuh kena lampu merah terus, jadinya saya deg-degan nyampai apa nggak ya ke kantor. Tapi alhamdulillah tadi nyampai di kantor dan absen di mesin fingerprint pukul 07.17 WIB. Asyik gak telat........
Akhirnya ada bus yang lewat. Kali ini bus jurusan Cibiru-Leuwipanjang. Kalau yang bus dari Cibiru ini memang pasti penuh dan pasti berdiri. Tapi gak pa pa deh daripada telat. Eh ternyata busnya gak mau berhenti. Aduh, saya semakin gelisah saja. Tapi alhamdulillah, ternyata di belakangnya ada bus jurusan Cicaheum-Cibeureum. Yes, thanks God. Akhirnya saya naik bus itu. Busnya udah agak penuh, tapi masih dapat tempat duduk. Lihat ke jam di depan, ternyata udah pukul 06.46 WIB. Insya Allah masih bisa ngejar absen. Sempat agak macet di depan Pasar Cicadas - dan saya berdoa semoga tidak telat- tapi akhirnya bisa lolos. Sampai di Kiaracondong dan Jalan Jakarta banyak penumpang yang naik, akhirnya busnya jadi penuh.
Gak tahu kenapa tadi tuh kena lampu merah terus, jadinya saya deg-degan nyampai apa nggak ya ke kantor. Tapi alhamdulillah tadi nyampai di kantor dan absen di mesin fingerprint pukul 07.17 WIB. Asyik gak telat........
Langganan:
Postingan (Atom)
