Daisypath Anniversary Years Ticker
Lilypie Kids birthday TickerLilypie Kids birthday Ticker


Selasa, 18 Agustus 2009

Lebaran = Mudik?

Berhubung ada teman yang update status, mau mudik, persiapannya apa aja nih? jadi tergelitik untuk menulis ini. Ada yang komen :
  1. saya mah ga pny kampung hehee
  2. persiapan mudik...pertama fisik. Kedua finansial dan yang ketiga kendaraan yang akan digunakan. Udah itu aja. Tapi menurut aku, gak mesti mudik kalo berlebaran. Karena perjalanan kurang menyenangkan. Maceet...nya itu loh.
  3. kalau sy yg pasti uang *** he he he
  4. oleh-oleh dong...dan makanan untuk di jalan...
  5. ya UANG, yg pertama, soalnya klo g da itu Mudik kurang asyik...
Kalau saya pribadi sih, lebaran itu gak harus mudik. Kapan itu ngobrol sama suami, gimana pa kalau sesekali kita gak pulang kalau lebaran gitu. Ya ga pa pa sih, cuman sebelum lebaran harus pulang. Karena bagi saya mungkin repotnya itu lho, ya meskipun setahun sekali, namanya bawa anak kecil, aduh bawaannya banyak bo. Bajunya dedek aja bisa satu koper besar, kalau kakak sih mendingan paling satu tas besar juga sih, papanya juga. Kalau saya paling bawa tas punggung cukuplah. Jilbab bawa yang putih saja, jadi bisa dipakai bareng baju warna apa aja. Kalau baju, nah yang ini susah, secara di sana panas dan saya orangnya paling gak kuat panas, jadi harus bawa baju agak banyak. Kalau di rumah ibu sih masih bisa nyuci pakai mesin cuci. Kalau di mertua gak ada, jadinya sering saya tumpuk aja baju kotornya, ntar pas balik lagi ke rumah ibu bawa-bawa baju kotor buat dicuci.

Belum lagi di jalan, biasanya macet. Capek di jalan deh, bawaannya emosi melulu.

Sepeda Baru

Akhirnya kemarin kebeli juga sepeda buat si dedek Azzah setelah sekian lama gak sempat-sempat juga. Kalau libur dedek suka naik sepeda si kakak Nashwa. Kadang-kadang kakaknya sih seneng-seneng aja dedeknya naik sepedanya, tapi kadang-kadang dedek juga gak mau dipegangi sama kakaknya, jadinya kan takut kalau jatuh. Terus dedek kadang juga mau menangnya sendiri, kakaknya mau pakai sepeda gak boleh. Ya sudah dibeliin aja biar gak rebutan.

Tadi malam begitu nyampai di rumah, waduh gak mau berhenti, minta naik terus ke sepedanya. Terus penghalangnya itu gak mau diturunin, maunya dinaikin aja. Kan kami jadi takut kalau jatuh, tapi dedek cuek aja. Tadi malam dedek sempat jatuh dan kejatuhan sepedanya, nangis sebentar sih, tapi habis itu ya ke sepedanya lagi, naik lagi, turun lagi, minta dinaikin lagi, minta didorongin, walah lama-lama capek juga mama, dek.

Tadi pagi juga heboh sayanya udah pingin mandi, dedek pingin nenen lagi. Langsung aja sama papanya dibilangin buat naik sepeda. Langsung deh semangat 45 he...he....he....tapi tetep kami harus mendorongnya. Halah sama saja alias sami mawon. Tadi sih didorong-dorong sama kakaknya. Tapi lama-lama capek juga kakaknya. Kasihan deh.

HP mati

Barusan buka hp mau lihat-lihat sms, lho kok mati. Dipendet-pencet tombolnya kok gak nyala-nyala. Waduh, udah deg-degan nih, kenapa dengan hp saya. Jangan-jangan........Aduh jangan deh, masak harus ganti hp. Akhirnya saya cobain buka baterainya, kemudian dipasang lagi dan pencet tombol on-nya, alhamdulillah nyala lagi. Alhamdulillah, hp saya masih bisa dipakai.

Pada tutup

Kemarin libur 3 hari, waduh, warung-warung di dekat rumah pada tutup. Pada ikut liburan kali ya, he...he....he... Mana sayuran di rumah udah pada habis. Gula, telur, sama minyak goreng juga habis. Harus beli nih. Udah nitip ke suami lama banget pulangnya. Ya udah jalan aja sama si dedek. Aduh, si dedek mana gak mau ditinggal lagi, jadi harus diajak deh. Ke warung yang di RT 03 gak punya gula. Ya udah jalan lagi ke bawah. Ingat ada tokonya di dekat lapangan, ke sana ternyata tutup. Coba ke warung yang di dekat sungai ternyata tutup juga. Ih nyebelin. Jadinya harus ke minimarket yang ada di bagian depan komplek. Mana jalan di komplek saya itu -ya, namanya juga di gunung- naik turun dan dedek gak mau jalan maunya digendong, aduh semakin berat saja perjalanan saya. Nyampai di minimarket alhamdulillah buka dan barang-barang yang saya butuhkan ada semua. Baliknya sambil gendong dedek lagi, akhirnya sampai rumah dengan keringatan dan haus banget. Benar-benar perjuangan.

Gak Telat

Alhamdulillah, tadi pagi, dengan segala ketergopohan saya, he...he...he....akhirnya kami berhasil ngejar bus kota. Ternyata bus yang biasanya gak penuh tadi tuh penuh. Saya sudah siap-siap aja untuk nyari posisi yang enak buat berdiri. Eh, ternyata ada bapak-bapak yang ngasih tempat duduknya ke saya. Alhamdulillah, makasih banyak pak. Dedek Azzah minta nenen lagi, ya udah kasih aja deh. Gak tahu kalau tadi berdiri kali agak susah ya ngasih nenennya. Tadi untung pakai baju yang beli di butikbunda, jadinya leluasa buat nenenin. Makasih ya mbak Ary.

Tapi setelah bus berjalan lagi, semakin banyak penumpang yang naik, penumpang yang lain tetap saja pada cuek. Bahkan ketika ada ibu-ibu tua yang mau berangkat ke pengajian (setahu saya kalau pakai baju putih-putih berkerudung pada hari Selasa biasanya pengajian di Masjid Raya Bandung) gak ada yang ngasih tempat duduknya ke ibu itu. Bahkan -maaf saya jadi suudzon- laki-laki yang di depan saya pura-pura gak ngelihat/tidur. Setelah ibu tua itu beringsut ke depan, alhamdulillah ada bapak-bapak yang ngasih tempat duduknya.

Saya cuma bisa berharap, semoga semakin banyak bus kota yang nyaman di Bandung, sehingga gak terlalu lama nunggu udah ada bus kota dan bisa dapat tempat duduk.

Jumat, 14 Agustus 2009

Bakwan Jagung Pedas

Bakwan Jagung Pedas

Bahan :
  • 500 gr jagung manis pipilan
  • 3 btg daun bawang, iris halus
  • 2 btg daun seledri, iris halus
  • 2 btr telur ayam
  • 10 bh cabai rawit merah, iris (bisa diskip kalau gak mau pedas)
  • 8 sdm tepung terigu
  • minyak untuk menggoreng
Haluskan :
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sdt lada
  • 1 sdt garam
Cara Membuat :
  1. Campur semua bahan dan bumbu halus, aduk rata.
  2. Panaskan minyak, goreng bakwan sesendok demi sesendok sampai berwarna kuning kecokelatan.
  3. Angkat, tiriskan. Sajikan hangat.
Untuk 8 orang

Sumber : Tabloid Nova 1119/XXII 3-9 Agustus 2009

Panduan Kesehatan selama Puasa ramadhan

Tadi baca-baca di detik, ada artikel di bawah ini, bermanfaat sekali untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan

Panduan Kesehatan Selama Puasa Ramadhan

14 Agustus 2009

Posted by masdin in Religi, Terjemahan.
Tags: ,
trackback
Face

Berpuasa di bulan Ramadhan, jika ditinjau dari sudut pandang kesehatan, memiliki beberapa manfaat. Dan ilmu kedokteran sekarang ini telah mengakui manfaat dari berpuasa yang berimbas terhadap kesehatan dan kebaikan tubuh dan pikiran seseorang. Artikel ini merupakan artikel terjemahan yang saya terjemahkan dari tulisan Dr. Farouk Haffejee yang berjudul: “Some health guidelines for fasting“, tentunya setelah meminta izin kepada redaksi websitenya terlebih dahulu dan alhamdulillah saya diizinkan untuk menerjemahkan artikel ini.

Artikel ini memberikan anjuran-anjuran yang bermanfaat untuk menghindari beberapa masalah kesehatan umum yang dapat ditemui selama bulan Ramadhan. Jika anjuran-anjuran ini diikuti, insya Allah seseorang akan dapat berpuasa dengan nyaman dan menikmati manfaat spiritual secara sempurna dari bulan Ramadhan.

Selama bulan suci Ramadhan, makanan yang kita makan diupayakan tidak berbeda jauh dengan makanan kita sehari-hari sebelum bulan puasa dan diupayakan sesederhana mungkin. Makanan yang kita makan perlu diatur sedemikian rupa sehingga kita tetap dapat mempertahankan berat badan yang normal, tidak bertambah atau berkurang. Akan tetapi, jika anda memiliki berat badan yang berlebih, maka Ramadhan ini adalah saat yang ideal untuk menormalkan berat badan.

Karena puasa Ramadhan yang akan kita laksanakan berlangsung seharian penuh, kita perlu mengkonsumsi makanan yang lambat dicerna termasuk makanan yang mengandung serat, bukan makanan yang cepat dicerna. Makanan yang lambat dicerna dapat bertahan sampai 8 jam, sedangkan makanan yang cepat dicerna hanya bertahan 3 sampai 4 jam. Contoh makanan yang lambat dicerna antara lain makanan yang mengandung padi-padian (grain) dan biji-bijian seperti gandum, buncis, kacang, tepung biji gandum, nasi putih, dan lain-lain (atau yang dikelompokkan sebagai karbohidrat kompleks) dan yang mengandung serat seperti sayur-sayuran. Contoh makanan yang cepat dicerna adalah makanan-makanan yang mengandung gula, tepung terigu, dan lain-lain (yang dikelompokkan sebagai karbohidrat olahan).

Makanan yang dimakan harus seimbang, mengandung komponen dari masing-masing kelompok makanan yaitu buah, sayuran, daging/ayam/ikan, roti/sereal dan produk susu. Makanan yang digoreng tidak sehat dan perlu dibatasi. Makanan seperti ini bisa menyebabkan kesukaran pencernaan, nyeri ulu hati, dan masalah berat badan.

Sedapat mungkin hindari:

  • Makanan yang digoreng dan makanan yang berlemak
  • Makanan yang mengandung terlalu banyak gula
  • Makan berlebihan utamanya pada waktu sahur
  • Terlalu banyak teh selama sahur. Teh berperan dalam pengeluaran lebih banyak urin yang turut membawa garam-garam mineral bermanfaat yang akan dibutuhkan tubuh sepanjang hari puasa.
  • Merokok. Jika anda sulit berhenti merokok, kurangi secara bertahap mulai dari beberapa pekan sebelum Ramadhan. Merokok tidak sehat dan sedapat mungkin dihentikan selama bulan Ramadhan.

Upayakan memakan:

  • Karbohidrat kompleks pada waktu sahur sehingga makanan yang anda makan bertahan lebih lama dan membuat anda tidak terlalu merasa lapar.
  • Tahu dan tempe adalah sumber protein yang sangat baik dan merupakan makanan yang lambat dicerna.
  • Kurma adalah sumber yang sangat baik untuk gula, serat, karbohidrat, kalium dan magnesium.
  • Buah badam (buah almond) kaya akan protein dan serat dengan sedikit lemak.
  • Pisang adalah sumber yang baik untuk kalium, magnesium dan karbohidrat.

Minumlah:

  • Secukup mungkin air atau jus buah antara waktu berbuka sampai tidur malam sehingga tubuh anda bisa menyesuaikan kadar cairan pada waktunya.

Masalah-Masalah Medis yang Umum

KONSTIPASI (SEMBELIT)

Konstipasi bisa menyebabkan bawasir (hermoroid), fisur (lekahan yang terasa sakit pada saluran dubur) dan kesukaran pencernaan disertai perasaan perut gembung.

Penyebab: Terlalu banyak makan makanan olahan, terlalu sedikit minum air dan serat tidak cukup dalam diet.

Cara mengatasi: Hindari makanan olahan yang berlebih, tingkatkan asupan air, gunakan dedak untuk memanggang.

KESUKARAN PENCERNAAN DAN SUKA BUANG ANGIN

Penyebab: Makan berlebihan. Terlalu banyak makanan goreng dan makanan berlemak, makanan pedas, dan makanan-makanan yang menghasilkan gas seperti telur, kubis, kacang, dan minuman bersoda juga bisa menghasilkan gas.

Cara mengatasi: Jangan makan berlebihan, minum jus buah atau masih lebih baik jika air putih. Hindari makanan-makanan yang digoreng, dan tambahkan biji seledri ke dalam makanan-makanan yang menghasilkan gas.

LETARGI (”tekanan darah rendah”)

Keluar keringat berlebihan, badan lemah, kurang energi, pusing, khususnya saat berdiri dari posisi duduk, penampilan pucat dan merasa lesu adalah gejala-gejala yang terkait dengan “tekanan darah rendah”. Ini cenderung terjadi pada waktu menjelang sore.

Penyebab: terlalu sedikit asupan cairan, asupan garam berkurang.

Cara mengatasi: Usahakan tetap bersikap tenang, tingkatkan asupan cairan dan garam.

Peringatan: Tekanan darah rendah harus dibuktikan dengan memeriksa tensi darah ketika gejala-gejalanya terjadi. Orang yang memiliki tekanan darah tinggi mungkin memerlukan penyesuaian pengobatan selama Ramadhan. Mereka harus berkonsultasi dengan dokter.

SAKIT KEPALA

Penyebab: Berhenti mendadak dari minum kopi dan merokok, beraktivitas terlalu banyak dalam satu hari, kurang tidur, lapar biasanya terjadi ketika matahari sudah tinggi dan paling terasa di penghujung hari. Jika terkait dengan “tekanan darah rendah”, sakit kepala bisa menjadi parah dan juga bisa menyebabkan nausea/mual sebelum berbuka.

Cara mengatasi: Kurangi konsumsi kopi (jika anda peminum kopi) dan merokok (jika anda seorang perokok) secara berangsur mulai dari satu pekan atau dua pekan sebelum Ramadhan. Teh herbal dan yang bebas kafein bisa dijadikan sebagai pengganti. Atur ulang jadwal anda selama Ramadhan sehingga anda memiliki waktu tidur yang cukup.

KADAR GULA DARAH RENDAH

Badan lemah, pusing, capek, sulit berkonsentrasi, mudah berkeringat, tremor, tidak mampu melakukan aktivitas fisik, sakit kepala, dan palpitasi (denyut jantung yang cepat dan tidak beraturan) adalah gejala-gejala rendahnya kadar gula darah.

Penyebab pada orang non-diabetes: mengkonsumsi terlalu banyak gula, yakni karbohidrat olahan khususnya selama waktu sahur. Tubuh menghasilkan terlalu banyak insulin yang menyebabkan glukosa darah menurun.

Cara mengatasi: makan sesuatu saat sahur dan batasi makanan dan minuman yang mengandung gula.

Peringatan: pasien diabetes mungkin perlu menyesuaikan pengobatan selama Ramadhan, harap hubungi dokter.

KERAM OTOT

Penyebab: asupan kalsium, magnesium dan kalium yang tidak cukup dari makanan.

Cara mengatasi: Makan makanan yang kaya akan mineral seperti sayuran, buah, produk-produk susu, daging dan kurma.

Peringatan: Bagi anda yang sedang menjalani pengobatan tekanan darah tinggi dan mengalami masalah batu ginjal, perlu menghubungi dokter.

RADANG USUS, NYERI ULU HATI, GASTRITIS DAN HIATUS HERNIA

Kadar asam yang meningkat dalam perut kosong selama bulan Ramadhan memperburuk kondisi-kondisi ini. Ini akan menimbulkan sensasi terbakar dalam daerah perut di bawah tulang iga dan bisa meluas sampai ke kerongkongan. Makanan pedas, kopi, dan minuman Cola semakin memperburuk kondisi ini.

Beberapa obat tersedia untuk mengontrol kadar asam dalam perut. Orang yang terbukti mengalami radang usus dan hiatus hernia perlu menghubungi dokter sebelum Ramadhan.

BATU GINJAL

Batu ginjal bisa terjadi pada orang yang mengkonsumsi lebih sedikit cairan. Dengan demikian penting meminum cairan tambahan untuk mencegah pembentukan batu ginjal.

NYERI SENDI

Penyebab: tekanan yang meningkat pada sendi-sendi lutut selama melaksanakan Sholat. Pada orang yang berusia lanjut dan mereka yang mengalami artritis bisa menyebabkan nyeri, kekakuan, pembengkakan dan ketidaknyamanan.

Cara mengatasi: Kurangi berat badan sehingga lutut tidak menopang beban berlebih. Latih tungkai bawah. Sehat secara fisik memungkinkan penyempurnaan aktivitas fisik yang lebih besar, sehingga seseorang dapat melakukan sholat dengan mudah. (Diterjemahkan dengan seizin redaksi dari: http://www.submission.org).

Itulah beberapa panduan kesehatan selama bulan Ramadhan, panduan-panduan yang didasarkan pada penelitian ilmiah yang hanya diketahui dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi belakangan ini, tetapi jauh sebelumnya Rasulullah SAW telah memberikan tips yang sangat manjur:

Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, dan Mari Kita Lewati Bulan Ramadhan yang Akan datang Ini (insya Allah) dengan Berpuasa Sehat.



Linknya di sini